KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Jembatan Mahakam I Samarinda kembali ditabrak ponton. Setelah sebelumnya ditabrak ponton bermuatan kayu pada 16 Februari lalu, kini giliran ponton bermuatan batu bara yang menghantam pilar jembatan hingga tampak rusak dan ringsek.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/4) malam. Berdasarkan pantauan Kaltim Posst mengenakan kapal speed boat pada Minggu (27/4) pukul 00.43 Wita, tampak kerusakan pada bagian fender bulat di pilar keempat (P4) jembatan tersebut. Area safety fender, yang berfungsi melindungi pilar jembatan dari benturan, mengalami kerusakan serius.
Dugaan sementara, insiden ini terjadi akibat putusnya tali towing (tali penarik) tongkang, sehingga kapal batu bara tersebut tak terkendali dan menghantam fender. Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Jembatan Mahakam I mengalami insiden serupa. Sebelumnya, pada Minggu, 16 Februari 2025 sore, sebuah tongkang bermuatan kayu sengon juga menabrak jembatan, menyebabkan kerusakan pada fender pilar ketiga (P3) jembatan.
Sementara itu, dikonfirmasi perihal video amatir tersebut, Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Ariwibowo, menegaskan bahwa timnya sedang menyelidiki dugaan tersebut. "Kami masih menyelidiki di lapangan. Tim sudah turun untuk memastikan kejadian tersebut," ucapnya dihubungi Kaltim Post via telepon, Minggu (27/4) pukul 02.38 Wita.
Untuk diketahui, sejak ditabrak Februari lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda fender atau bagian pelindung jembatan akan kembali ada. Komisi II DPRD Kaltim menagih kepastian kapan instrumen pelindung pilar itu terpasang.
Lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP), dewan mengundang para pihak yang tahu kejelasan masalah ini. Di antaranya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Dinas PUPR-Pera Kaltim, KSOP Samarinda, dan Pelindo Samarinda.
"Tanpa fender, masyarakat masih was-was melintas. Harus ada kepastian kapan fender terpasang kembali," ungkap Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle membuka RDP, Rabu Siang, 16 April 2025. (*)
Editor : Muhammad Rizki