Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jembatan Mahakam Kembali Ditabrak hingga Pilar Rusak, KSOP dan Pelindo Juga Harus Bertanggung Jawab

Eko Pralistio • Minggu, 27 April 2025 | 17:21 WIB

Nasib Jembatan Mahakam I di Samarinda kembali menjadi sorotan. (DOKUEMNTASI/KP)
Nasib Jembatan Mahakam I di Samarinda kembali menjadi sorotan. (DOKUEMNTASI/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Untuk kesekian kalinya, Jembatan Mahakam I Samarinda, kembali diterjang tongkang bermuatan batu bara. Insiden ini menambah panjang daftar benturan yang menimpa jembatan berusia puluhan tahun itu. Meski bertahan, kekhawatiran warga dan pengambil kebijakan kian membesar soal keamanan struktur vital ini.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 11.59 Wita. Tongkang BG Azamara 3035, yang ditarik oleh Tugboat Liberty 7, diduga kehilangan kendali setelah tali towing putus. Akibatnya, tongkang seberat ribuan ton tersebut menghantam area pelindung kaki pilar keempat (P4) jembatan, menyebabkan kerusakan yang cukup serius. Pantauan di lapangan menunjukkan, bagian kaki pilar atau pelindung pilar keempat tampak mengalami pergeseran. 

Pilar Jembatan Mahakam Samarinda yang tampak rusak setelah ditabrak.
Pilar Jembatan Mahakam Samarinda yang tampak rusak setelah ditabrak.

Baca Juga: Tali Putus, Ponton Tabrak Pilar Jembatan Mahakam I: DPRD Kaltim Sebut Ada Potensi Pidana

Ini menimbulkan kekhawatiran baru atas ketahanan struktur jembatan yang menjadi salah satu jalur utama transportasi darat di Samarinda. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui PS Kasi Humas Ipda Ramli P. Sianturi, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa kapten kapal untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Sudah dicek tadi malam oleh Polairud Polresta Samarinda, kapten kapal sudah dibawa ke kantor untuk pemeriksaan," ujar Ramli, Minggu (27/4). Insiden ini cepat menyebar ke publik. Sebuah video amatir yang merekam detik-detik benturan tersebar luas melalui pesan berantai WhatsApp. Kaltim Post langsung menurunkan tim ke lokasi pada Minggu dini hari untuk memverifikasi kejadian tersebut.

Baca Juga: Ini Dia Nama Lambung Tongkang yang Menabrak Jembatan Mahakam I Samarinda Tadi Malam, Kapten Sudah Diamankan

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa benturan terjadi tepat di kaki pilar keempat yang berbentuk besi pipa. Struktur pelindung tersebut memang dirancang untuk mengurangi dampak benturan kapal bermuatan besar. Dari keterangan awal yang dihimpun, tali towing kapal yang putus menjadi penyebab utama insiden ini. Namun, dugaan kelalaian tetap mengemuka.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, yang turut meninjau lokasi bersama rekannya Sapto Pramono, menilai posisi tongkang yang sudah berada di tengah sungai patut dipertanyakan. "Menurut pengakuan kapten tugboat, mereka tidak berniat melintasi jalur ini, melainkan tali penarik yang putus. Tapi kita tidak tahu apakah itu benar sepenuhnya. Faktanya, posisi tongkang sudah di tengah arus," ujar Giaz.

Baca Juga: DPRD Desak kepastian Fender Jembatan Mahakam I Dipasang Kembali, Target Terpasang Akhir 2025

Ia juga menekankan pentingnya tindakan pencegahan lebih serius, mengingat pengalaman pahit runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong, yang menelan korban jiwa.

“Kami mendesak agar alur pelayaran di sekitar Jembatan Mahakam segera ditutup sampai perlindungan fender diperbaiki. Ini soal keselamatan warga. Ekonomi bisa bangkit kembali, tetapi nyawa tidak bisa digantikan,” tegasnya.

Baca Juga: Ini Daftar Insiden dari Tahun ke Tahun Jembatan Mahakam yang Ditabrak Tongkang Pengangkut Batu Bara maupun Kayu

Pada Minggu siang, Tenaga Ahli Struktur dan Jembatan BBPJN Kaltim, Aco Wahyudi Efendi, menyatakan bahwa ada bekas benturan cukup jelas di area pilar keempat. 

Meski demikian, ia menegaskan, penilaian menyeluruh atas kondisi jembatan memerlukan pemeriksaan mendalam.

"Kami akan mengumpulkan semua data terkait kondisi jembatan sebelum dan sesudah insiden. Data itu nanti akan kami sandingkan untuk menilai sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan," ujar Aco.

Baca Juga: Ditabraknya Jembatan Mahakam, Harusnya Tidak Sekadar Ganti Rugi tapi Juga Pidananya Diproses

Ditambahkan Kasat Polairud Polresta Samarinda, AKP Rachmat Ariwibowo mengatakan, informasi awal yang diterima saat itu tongkang baru selesai tambat di seberang Big Mall Samarinda, dengan jarak sekitar ratusan meter dari Jembatan Mahakam.

Untuk penyebab pasti kejadian tersebut, lanjut dia, masih belum bisa dipastikan. Namun untuk sementara tongkang larut hingga menyeruduk kaki pilar keempat jembatan, keterangan yang dihimpun diduga akibat arus deras sehingga menyebabkan tali towing putus.

"Kru kapal dan agen pelayaran masih kami lakukan penyelidikan, informasi awal dari keterangan seperti itu," tukasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Jembatan Mahakam 1 #Jembatan Mahakam ditabrak #jembatan mahakam