Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jelajahi Kekayaan Budaya IKN, Jangan Lewatkan Keindahan Tari Tradisional

Ari Arief • Minggu, 27 April 2025 | 19:15 WIB
PENARI: Empat penari Tari Ronggeng sesaat sebelum tampil pada Festival Belian Adat Paser Nondoi tahun 2025. (FOTO: IST)
PENARI: Empat penari Tari Ronggeng sesaat sebelum tampil pada Festival Belian Adat Paser Nondoi tahun 2025. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Bagi para wisatawan yang datang ke IKN, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pengalaman mereka tidak akan terasa lengkap tanpa menyaksikan secara langsung keindahan dan keunikan tarian tradisional yang sarat dengan nilai budaya dan sejarah di wilayah ini.  

PPU memiliki ragam warisan seni tari yang menakjubkan dan mewakili identitas masyarakat lokal.  

Beberapa tari tradisional yang patut diperhatikan adalah Tari Ronggeng Paser, Tari Rentak Penajam, Tari Uok Botung, dan Tari Lenggang Taka. 

Masing-masing tarian ini memiliki ciri dan arti yang unik, serta memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi para penontonnya.   

Humas Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Eko Supriyadi, Minggu (27/4), mengungkapkan, Tari Ronggeng Paser, misalnya, tidak sekadar merupakan pertunjukan tarian yang menghibur semata.  

Tarian yang termasuk dalam kategori tari sosial ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat penting bagi masyarakat PPU. 

Keunikan lain yang dimilikinya adalah adanya interaksi langsung yang memungkinkan penonton untuk ikut serta dalam menari, menciptakan suasana keakraban dan kegembiraan. Tarian ini cenderung menjadi bagian integral dari berbagai acara sosial dan perayaan di kabupaten tersebut.      

Kata Eko Supriyadi, jangan lupa pula untuk menikmati Tari Rentak Penajam, sebuah tarian tradisional yang sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya dan pertunjukan.  

Gerakan yang enerjik dan musik yang khas akan mempesona wisatawan dengan indahnya. 

“Bagi mereka yang tertarik dalam eksplorasi kekayaan budaya suku Dayak Paser, Tari Uok Botung merupakan opsi yang sangat sesuai. Tarian tersebut berasal dari wilayah pedalaman yang kaya akan nilai-nilai ritual dan spiritual, memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kepercayaan dan tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat,” urainya.

Kemudian, Tari Lenggang Taka menjadi simbol tarian adat terkenal di PPU. Estetika gerak dan kostumnya merupakan representasi yang anggun dari kekayaan seni tari lokal.  

Dikatakan, menonton pertunjukan tari tradisional bukan hanya sebagai sarana rekreasi, melainkan juga sebagai bentuk apresiasi dan upaya pelestarian warisan budaya yang memiliki nilai yang tinggi.  

Tarian-tarian tersebut memegang peranan krusial dalam pembentukan identitas masyarakat PPU dan berperan sebagai alat yang efektif dalam menjaga agar tradisi dan seni daerah tetap relevan dan terus berkembang. 

“Pastikan untuk menyediakan waktu dalam agenda perjalanan di PPU untuk menyaksikan keindahan serta kearifan lokal yang tercermin melalui pertunjukan tarian tradisional yang mengagumkan. Pengalaman ini akan memberikan kesan tak terlupakan dan memperluas wawasan wisatawan terhadap kekayaan budaya Kalimantan Timur,” kata Eko Supriyadi yang juga koordinator Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dewan Kesenian Daerah (DKD) PPU periode 2025-2030 yang dilantik Bupati PPU, Mudyat Noor, Jumat (25/4).

Editor : Uways Alqadrie
#IKN #Kabupaten ppu #OIKN