KALTIMPOST.ID-Jembatan Mahakam di Samarinda sudah bolak balik ditabrak. Terbaru tongkang BG Azamara 3035 yang mengangkut batu bara kehilangan kendali setelah tali towing putus pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 11.59 Wita. Tongkang itu ditarik oleh Tugboat Liberty 7.
Akibatnya, tongkang menghantam area pelindung kaki pilar keempat (P4) jembatan. Yang menyebabkan kerusakan cukup serius.
Insiden itu sudah sering terjadi. Bahkan sebulan lalu, tepatnya pada 16 Februari 2025, tongkang Indo Sukses 28 bermuatan kayu yang ditarik Tugboat MTS 28 menabrak pilar jembatan sekitar pukul 15:50 Wita.
Menyebabkan kerusakan pilar 2 dan pilar 3. Bahkan kasus ini juga belum sepenuhnya berakhir. Terkait ganti rugi dan sanksi ke pihak perusahaan.
Belum kelar urusan ganti rugi dan sanksi, justru Jembatan Mahakam kembali ditabrak. Diperkirakan sudah puluhan kali pilar Jembatan Mahakam ditabrak.
Pemprov Kaltim pun sudah mengambil tindakan dengan menggelar rapat. Termasuk mendukung menutup sementara Jembatan Mahakam untuk investigasi.
Foto-foto selepas kejadian beredar. Fondasi pilar miring dan sejumlah bemper di sisi pilar bungkas.
Komisi II DPRD Kaltim langsung turun ke lapangan, Minggu (27/4). Melihat langsung posisi pilar yang miring dalam gambar yang sudah tersebar luas.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono mengatakan, penambatan kapal menunggu waktu melintas di bawah jembatan sudah ada aturannya.
Peraturan Daerah (Perda) 1/1989 menjadi regulasi mengatur lalu-lintas di bawah Jembatan Mahakam.
Pasal 16 dalam beleid itu menerangkan, tak ada kapal atau ponton yang berlabuh di hulu sungai menunggu air surut dengan dalam radius 5 kilometer.
Sementara di hilir minimal 500 meter. “Area steril dari penambatan itu 5 km di hulu dan 500 meter di hilirnya,” sebutnya.
Menurutnya, harus ada tanggung jawab dari KSOP, Pelindo Regional 4 Samarinda, sampai pemilik kapal. “Koordinasi ke BBPJN juga sudah. Kami minta diperiksa ulang kondisi jembatan. Menyeluruh,” sambungnya.
Tenaga ahli struktur dan jembatan BBPJN Kaltim, Aco Wahyudi Efendi melihat dari dekat pilar jembatan yang ditabrak tongkang.
Hasilnya, dia menyimpulkan ada bekas benturan cukup jelas di area pilar keempat.
Meski demikian, ia menegaskan, penilaian menyeluruh atas kondisi jembatan memerlukan pemeriksaan mendalam.
“Kami akan mengumpulkan semua data terkait kondisi jembatan sebelum dan sesudah insiden. Data itu nanti akan kami sandingkan untuk menilai sejauh mana dampak kerusakan yang ditimbulkan,” ujar Aco.
Sejumlah kasus pilar Jembatan Mahakam ditabrak oleh tongkang dicatat oleh media ini. Berikut deretan kasus Jembatan Mahakam yang dari tahun ke tahun ditabrak.
26 Juni 2006
Pukul 21.00 Wita, Pilar 3 jembatan ditabrak oleh tongkang Marine Power 2308 bermuatan batu bara 5.000 MT ditarik oleh tugboat Dabo-14 dan TB Wijaya-11.
23 Januari 2010
Pukul 14.30 Wita, tiang jembatan ditabrak oleh tongkang RMN 352 bermuatan batu bara yang ditarik oleh tugboat KSA Anna-2 dan KSA Kumala.
30 September 2011
Pilar 3 jembatan mengalami keretakan setelah ditabrak oleh lima tongkang pengangkut batu bara secara bergantian.
15 Desember 2012
Pilar 3 ditabrak oleh tongkang pengangkut batu bara hingga membuat jembatan bergoyang.
27 Desember 2015
Pilar 3 ditabrak tongkang yang mengakibatkan kerusakan pada pilar bagian bawah dan selimut beton pilar bagian bawah terkelupas.
25 Januari 2016
Pilar 3 jembatan kembali ditabrak sebuah tongkang pengangkut batu bara.
14 Februari 2018
Fender pengaman tiang jembatan ditabrak oleh tongkang Capricorn 117 bermuatan kayu akasia yang ditarik oleh tugboat Capricorn 11.
29 April 2018
Pukul 14:00 Wita, pilar 3 ditabrak tongkang Bahari Perdana 018 bermuatan 8.000 ton batu bara yang ditarik tugboat Bahari Perdana XVIII.
15 Februari 2019
Kapal tongkang menabrak fender jembatan.
28 April 2019
Pukul 06:00 Wita, pilar jembatan kembali ditabrak tongkang Indo Sukses 25 yang mengangkut batang kayu. Tongkang ditarik tugboat Capricorn 126.
30 Juni 2019
Pukul 15.30 Wita, pilar 3 dan fender jembatan ditabrak oleh tongkang Robby 101 bermuatan batu bara yang ditarik tugboat Bloro 2.
17 November 2019
Pukul 20.15 Wita, tugboat Entebe Emerald 59 yang menarik tongkang Financia 37 bermuatan kosong menabrak pilar jembatan.
30 Agustus 2021
Pukul 06.30 Wita, pilar jembatan ditabrak oleh tongkang Intan Kelana 13 bermuatan batu bara 7.640 metrik ton yang ditarik tugboat TB JKW Mahakam 2.
28 Maret 2022
Pukul 06.00 Wita, pilar jembatan ditabrak empat tongkang sekaligus yang salah satunya bermuatan batu bara. Tongkang bernama GT 19, Dolphin 11, Dolphin 15, dan Dolphin 18.
23 Desember
Pilar jembatan ditabrak tongkang pengangkut batu bara yang ditarik Tugboat Mitra Anugerah.
16 Februari 2025
Pukul 15:50 Wita tongkang Indo Sukses 28 bermuatan kayu yang ditarik tugboat MTS 28 menabrak pilar jembatan. Menyebabkan kerusakan pilar 2 dan pilar 3.
26 April 2025
Sekitar pukul 11.59 Wita, tongkang BG Azamara 3035, yang ditarik tugboat Liberty 7, kehilangan kendali setelah tali towing putus. Akibatnya, tongkang menghantam area pelindung kaki pilar keempat (P4) jembatan, menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
Editor : Romdani.