KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Jembatan titian kayu di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, nyaris rubuh karena ditabrak kapal pada Sabtu (26/4) lalu.
Sekretaris Camat (Sekcam) Tanjung Harapan Agus Suryanto membeberkan, jembatan itu ditabrak kapal karena terbawa ombak akibat berat jangkar kapal yang tak mampu menahan bobot kapal. Alhasil jembatan rusak.
"Kami belum tahu apakah ada upaya penanganan pada jembatan di Desa Tanjung Aru yang nyaris ambruk," kata Agus, Senin (28/4).
Jembatan itu syukurnya bukan satu-satunya akses masyarakat Tanjung Aru, karena biasanya hanya digunakan pada saat air laut terlalu surut.
Masyarakat masih bisa menggunakan akses lain sebelum air laut benar-benar surut. Jembatan itu digunakan jika air terlalu surut, tapi biasanya nelayan paham kapan mereka akan berangkat dan kapan pulangnya.
Desa Tanjung Aru merupakan desa paling ujung di Paser yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan.
Editor : Dwi Restu A