KALTIMPOST.ID, SENIPAH- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu, (30/4).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan sektor migas, khususnya yang melibatkan MG SPS Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan ENI Muara Bakau di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan diawali dengan mendengarkan paparan mengenai perkembangan lifting minyak dan gas bumi serta diskusi terkait participating interest, yang dihadiri oleh perwakilan dari Pertamina, ENI, SKK Migas, serta Pemerintah Provinsi Kaltim.
Menteri Bahlil beserta rombongan juga melakukan peninjauan lapangan (site tour) untuk melihat langsung kondisi operasional di lapangan, termasuk di fasilitas kontrol yang menjadi pusat pengawasan operasi migas di wilayah tersebut.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah fasilitas Onshore Receiving Facilities (ORF) Jangkrik, yang merupakan fasilitas penting dalam penerimaan dan distribusi gas alam di daratan.
"Kami ingin memastikan agar perkembangan sektor energi, khususnya migas, dapat mendukung ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto," ucap Bahlil dihadapan awak media.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, target lifting minyak bumi diperkirakan sebesar 600 ribu barel per hari, turun sedikit dari target tahun 2024 yang sebesar 635 ribu barel per hari.
Sementara itu, untuk gas bumi, target pada RAPBN 2025 adalah 1,005 juta barel setara minyak per hari, sedikit menurun dibandingkan target tahun 2024 yang mencapai 1,033 juta barel setara minyak per hari.
"Meskipun ada tantangan, kami tetap optimis bahwa Indonesia bisa mencapai target lifting 1 juta barel per hari pada tahun 2030. Bahkan, kami berusaha untuk memajukan target tersebut, yakni menjadi 900 ribu barel per hari pada 2029,"
Ia menambahkan, rencana tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang ingin agar pada 2029-2030, lifting minyak bisa mencapai angka 900 ribu hingga 1 juta barel per hari.
Sebagai langkah konkret untuk mencapai target tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendorong reaktivasi sumur-sumur tidak aktif (idle well) yang dapat meningkatkan produksi.
"Kami akan memastikan bahwa setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin," tegasnya.
Lebih lanjut, Menteri Bahlil menegaskan bahwa pencapaian target lifting minyak dan gas yang optimal akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan-perusahaan migas swasta.
Oleh karena itu, kolaborasi dengan perusahaan seperti Pertamina dan ENI menjadi sangat krusial. "Pertamina dan ENI merupakan salah satu penyumbang energi terbesar, dan kami yakin mereka akan terus berkontribusi dalam mencapai target nasional," tambah Bahlil.
Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, Menteri ESDM yakin Indonesia dapat terus memperkuat ketahanan energi dan menuju kedaulatan energi yang lebih mandiri di masa depan. "Kami sebagai prajurit, pembantu negara, jangan menyerah sebelum bertarung," kata Bahlil menutup pernyataan.
Editor : Uways Alqadrie