Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kondisi Jembatan Mahakam I Kembali Diperiksa Setelah Dua Kali Ditabrak Ponton

Bayu Rolles • Rabu, 30 April 2025 | 20:44 WIB
Jembatan Mahakam kembali ditutup menyusul ditabraknya pilar beberapa waktu lalu, Rabu (30/4). Langkah itu guna keperluan pengujian konstruksi jembatan. (RAMA/KP)
Jembatan Mahakam kembali ditutup menyusul ditabraknya pilar beberapa waktu lalu, Rabu (30/4). Langkah itu guna keperluan pengujian konstruksi jembatan. (RAMA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim kembali menginvestigasi kondisi Jembatan Mahakam I, Rabu, 30 April 2025. 

Pemeriksaan kedua kalinya di tiga bulan terakhir ini ditempuh karena pilar jembatan tua di Samarinda itu kembali ditabrak ponton empat hari lalu.

Investigasi menyeluruh dari rentang jembatan sampai pile cap di pilar perlu dijalankan untuk mengetahui kondisinya setelah dihantam ponton dalam tiga bulan terakhir. Pada 16 Februari lalu, pilar ketiga jembatan yang berdiri sejak 1989 itu ditubruk ponton yang mengangkut kayu. 

Sementara pada 24 April 2025, pilar keempat ditabrak ponton dengan nama lambung BG Azamara 35. Saat itu, ponton bermuatan batubara itu terbawa arus karena putus tali ketika ditarik tugboat Liberty 7.

“Pemeriksaannya masih dihimpun, perlu data kuantitatif yang akurat,” ucap David E Pasaribu, kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan I BBPJN Kaltim, Rabu Sore. BBPJN sedang menghimpun sejumlah hasil pemeriksaan geometrik dan dinamik jembatan. 

Salah satunya, data vibrasi jembatan dengan memanfaatkan truk bermuatan batu seberat 1 ton. Dari hentakan truk di atas jalan jembatan, data getaran yang diterima struktur hingga lendutan dicatat.

Tapi, pemeriksaan yang dimulai sejak Pukul 10.00 WITA itu belum sepenuhnya rampung. “Masih ada pemeriksaan kondisi pile cap di pier jembatan,” lanjutnya. Mereka bakal melanjutkan pemeriksaan pada Pukul 23.00 WITA, ketika arus lalu lintas tak lagi padat.

Hal itu terjadi karena pengalihan arus yang diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim untuk pemeriksaan hanya berlaku hingga Pukul 17.00 WITA. 

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, mengatakan terjadi pelambatan arus kendaraan di Jembatan Mahulu dan Jembatan Achmad Amins - yang biasa dikenal Jembatan Mahkota - imbas dari peralihan arus selama delapan jam ini. 

“Sesuai informasi yang kami bagikan ke berbagai media. Ditutup hanya sampai jam lima sore. Lepas itu, dibuka hanya untuk roda dua dan empat,” katanya.

Untuk kendaraan besar, sejak awal memang sudah direkayasa untuk menggunakan jalur di Jembatan Mahulu. Untuk bus, yang semula bisa melewati Jembatan Mahakam I kini harus mengubah haluan. 

“Untuk bus direkayasa. Untuk masuk ke kawasan kota Samarinda dari seberang lewat (Jembatan) Mahulu,” terangnya.

Tak hanya arus di atas jembatan yang ditutup. Lalu lintas (lalin) sungai yang biasanya mengolong Jembatan Mahakam I pun turut ditutup. Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Samarinda, Kapten M Ridha Rengreng, mengatakan arus lalin di bawah jembatan juga ditutup untuk sementara. “Ditutup sementara dari lalu-lalang kapal 30 April-1 Mei,” ucapnya.

Kebijakan itu diterbitkan untuk mempermudah BBPJN menginvestigasi menyeluruh kondisi jembatan. Apakah penutupan ini akan kembali berlanjut? Ridha mengaku hal itu bergantung hasil akhir pemeriksaan balai jalan tersebut. 

Editor : Uways Alqadrie
#bbpjn #pemprov kaltim #Jembatan Mahakam ditabrak