Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Prof Sarosa dalam Kenangan Mantan Rektor Unmul, Masjaya: Seorang Guru, Teladan, Sahabat

Denny Saputra • Jumat, 2 Mei 2025 | 17:17 WIB

 

Prof Masjaya
Prof Masjaya

SAMARINDA – Suasana haru menyelimuti Masjid Al Fatihah Unmul (Universitas Mulawarman), Jumat (2/5), saat ratusan jamaah menunaikan salat jenazah untuk mengiringi kepergian Guru Besar Fakultas Hukum, Prof Sarosa Hamongpranoto.

Di antara jamaah yang ikut melepas sang profesor, tampak mantan Rektor Unmul, Prof Masjaya. Ia tampak tertunduk melihat jenazah di bawa menuju mobil ambulans setelah disalatkan.

Kepada Kaltim Post, Prof Masjaya menyampaikan kenangan mendalam yang ia simpan selama puluhan tahun mengenal almarhum. “Prof Sarosa adalah orang pertama yang saya kenal ketika memulai karier di Unmul,” ucap Masjaya.

Kala itu, Sarosa menjabat sebagai Wakil Rektor III. Masjaya muda baru saja mendapat rekomendasi untuk bergabung ke Unmul dari tokoh akademik lain. Namun, justru Sarosa-lah yang menjadi pintu masuk dan pembimbing pertama dalam dunia birokrasi kampus.

“Beliau guru saya. Banyak sekali diskusi dan pelajaran hidup yang saya dapat darinya. Beliau sangat patuh pada aturan, loyal, dan selalu berpikir untuk kepentingan institusi,” tutur Masjaya.

Ia mengaku sangat kehilangan, apalagi hingga sepekan lalu, almarhum masih rutin mengirimkan doa dan pesan penyemangat kepada para juniornya. Bagi Masjaya, sosok Sarosa bukan sekadar akademisi, tapi juga penjaga nilai. Keteguhannya dalam prinsip dan pengabdiannya tak hanya di ruang kuliah, tapi juga pada institusi.

“Beliau membangun dari bawah. Bahkan sejak Unmul berada di Balikpapan, lalu pindah ke Samarinda. Dari wakil rektor hingga dekan. Bahkan mendirikan Lembaga Bantuan Hukum untuk Unmul,” kenangnya.

Jenazah Prof Sarosa dimakamkan di pemakaman Muslimin Jalan AW Syahranie, Samarinda Utara. Doa dan pelukan melepasnya, tapi warisan keteladanan dan komitmennya terhadap pendidikan tetap hidup di hati para kolega dan mahasiswa.

“Ini bukan sekadar kehilangan seorang guru besar, tapi juga kehilangan fondasi moral Unmul,” pungkas Masjaya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#Rektor Unmul #Masjid Al Fatihah Unmul #Prof sarosa