Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cerita Para Calon Jemaah Haji, Penantian Panjang hingga Gantikan Almarhum Ayah

Oktavia Megaria • Senin, 5 Mei 2025 | 20:05 WIB
MABRUR : Setelah penantian panjang, ratusan calon jamaah haji bakal bertolak ke Tanah Suci. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)
MABRUR : Setelah penantian panjang, ratusan calon jamaah haji bakal bertolak ke Tanah Suci. (FOTO: ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Mengumpulkan biaya untuk berangkat haji bukan perkara mudah. Belum lagi, mengantre jatah keberangkatan yang bisa belasan atau puluhan tahun lamanya. Cerita-cerita ini, juga turut dialami para calon jemaah haji Balikpapan.

Sebut saja Abdul Rahim. Pria berusia hampir satu abad, yang menanti cukup lama untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Akhirnya, pria 86 tahun ini bisa menuntaskan mimpinya berkunjung ke kota impian seluruh umat Muslim, tempat berdirinya Ka’bah dan Masjidil Haram.

Jerih payah menabung selama 13 tahun lamanya itu, membuat Rahim menjadi calon jemaah tertua di antara ratusan jemaah lainnya. Akan tetapi, ia tetap bersyukur masih diberi umur panjang untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.

“Alhamdulillah, saya bisa berangkat setelah 13 menabung. Ini pengalaman pertama saya naik haji. Mudah-mudahan bisa menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.

Untuk itu, Abdul Rahim mewakili seremoni pelepasan jemaah, dengan menerima penyematan rompi haji langsung dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Itu dilakukan bersama jemaah termuda, di kloter tersebut, yakni Aura Amelia Sefiani.

Aura sendiri, merupakan jemaah 20 tahun yang tergabung dalam kloter pertama. Menggantikan ayahnya yang sudah meninggal dunia.

Dia bercerita, sang ayah sudah daftar sekitar tahun 2010 silam. Menunggu hampir 15 tahun lamanya.

Meski hanya menggantikan dan terbilang masih sangat muda, ia berharap ini bisa dijadikan amal yang baik.

“Karena kan tidak tahu ke depannya bisa naik haji lagi atau tidak, juga menunggu antreannya cukup lama. Jadi ini mau dimaksimalkan yang keberangkatan sekarang ini,” kata dia.

Terkait ini, Rahmad Mas’ud mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat dan fokus dalam beribadah selama berada di Tanah Suci. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah.

“Tujuan utama ke sana adalah beribadah. Jangan tergoda hal-hal yang bisa mengganggu kekhusyukan, seperti belanja berlebihan. Belanjalah secukupnya. Jikalau ada yang tersesat atau kesulitan, bantu sesama. Kita ini satu keluarga besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kemenag Balikpapan, Masrivani, mengatakan Embarkasi Balikpapan akan memberangkatkan total 521 jemaah haji asal Balikpapan.

Yang terbagi ke dalam tiga kloter, yakni Kloter 1, Kloter 6, dan Kloter 15. Dari kuota 532, sebanyak 11 jemaah batal berangkat karena berbagai alasan, seperti sakit, usia lanjut tanpa pendamping, hingga kendala biaya.

“Untuk kloter pertama ini, total ada 360 jemaah termasuk petugas haji. Juga tahun ini petugasnya dibatasi oleh pemerintah Arab Saudi, yang sebelumnya lima orang jadi empat orang saja,” tutupnya.

 

Editor : Uways Alqadrie
#embarkasi balikpapan #jemaah haji #tanah suci Makkah