Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dinyatakan Laik Berlayar, KMP Muchlisa Justru Tenggelam: BPBD PPU Buka Crisis Center

Ari Arief • Selasa, 6 Mei 2025 | 11:14 WIB
KMP Muchlisa yang tenggelam di perairan Penajam dinyatakan laik berlayar.
KMP Muchlisa yang tenggelam di perairan Penajam dinyatakan laik berlayar.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Di Teluk Balikpapan, tim Search and Rescue (SAR) gabungan  sejak pagi Selasa (6/5) masih tampak berupaya menemukan dua korban hilang akibat tenggelamnya kapal feri KMP Muchlisa yang melayani rute Balikpapan menuju Penajam Paser Utara (PPU) sekira pukul 15.00 Wita, Senin (5/5).

Dua orang yang diduga hilang adalah anak buah kapal (ABK) yaitu Khayu Mutiara (Mualim 1) dan Ilham Suharto (ABK).

Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa, milik PT Sadena Mitra Bersama ini sebelumnya oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Heru Susanto, dalam keterangan pers, dinyatakan laik berlayar.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Balikpapan, Dody Setiawan, kepada media massa Senin (5/5) malam, menjelaskan bahwa insiden tenggelamnya kapal feri itu terjadi sekira pukul 15.00 Wita, berlokasi dekat Penajam, atau sekira satu kilometer dari Pelabuhan Penajam.

Namun, versi lainnya menyebut jarak feri tenggelam dengan Pelabuhan Penajam berkisar 200 meter.


Disebutkan, total 44 orang berada di dalam kapal berbobot mati 725 gross tonnage (GT) itu, terdiri dari 23 penumpang dan 21 kru (18 ABK dan sisanya kadet).

Dijelaskan, jumlah tersebut, 42 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke berbagai tempat seperti Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kariangau, keduanya di Balikpapan, dan Penajam, PPU beberapa saat sebelum kapal dinyatakan tenggelam.


Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan Kantor SAR Balikpapan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD PPU, BPBD Balikpapan, kepolisian, TNI, dan relawan.

Upaya pencarian saat ini difokuskan pada penyisiran permukaan dan asesmen awal untuk penyelaman, dengan mempertimbangkan potensi arus kuat di dasar perairan Penajam. Tim SAR dilengkapi dengan peralatan komunikasi, medis, perlengkapan selam, dan drone thermal.


Kepala Kantor KSOP Balikpapan, Heru Susanto, menambahkan informasi bahwa KMP Muchlisa juga mengangkut sembilan kendaraan, yaitu dua sepeda motor dan tujuh mobil.

Dijelaskan pula bahwa kapal ini selesai pemeriksaan (dok) pada Februari 2025, sehingga secara teknis laik berlayar. Agen kapal kini bertanggung jawab atas insiden tersebut.


Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, Selasa (6/5) mengatakan, pihaknya telah membuka posko crisis center untuk menerima pengaduan melalui nomor seluler Pusdalops BPBD PPU 081256251172.

Crisis center ini menyediakan satu titik pusat bagi masyarakat, keluarga korban, media, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai perkembangan situasi, proses pencarian dan penyelamatan, serta informasi terkait korban.


“Terpenting lagi adalah untuk pendataan korban dan keluarga yang akurat dan sistematis terkait jumlah penumpang dan kru kapal, status mereka, selamat, hilang, meninggal dunia, serta informasi kontak keluarga korban untuk memudahkan proses informasi dan bantuan," kata Muhammad Sukadi Kuncoro.

Crisis center ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan keluarga korban untuk menyampaikan laporan, keluhan, atau informasi penting lainnya terkait insiden tenggelamnya kapal,” pungkasnya.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#teluk balikpapan #KMP Muchlisa #Peristiwa #penajam #tenggelam