Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Nenang Permai Berduka: lham Suharto, ABK yang Hilang Usai Tenggelamnya KMP Muchlisa Belum Ditemukan

Ari Arief • Selasa, 6 Mei 2025 | 13:23 WIB
Suasana di depan rumah duka Ilham Suharto di Kompleks Perumahan Nenang Permai, Jl. Propinsi, Km 4, Kelurahan Nenang, Penajam, PPU.
Suasana di depan rumah duka Ilham Suharto di Kompleks Perumahan Nenang Permai, Jl. Propinsi, Km 4, Kelurahan Nenang, Penajam, PPU.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Kesedihan mendalam menyelimuti Kompleks Perumahan Nenang Permai, Jl. Propinsi, Km 4, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pasca-tragedi tenggelamnya KMP Muchlisa di Teluk Balikpapan.

Bencana yang terjadi pada Senin (5/5) sekira pukul 15.00 Wita itu membawa duka tersendiri bagi warga perumahan ini, lantaran salah satu anak buah kapal (ABK) feri nahas tersebut, Ilham Suharto, adalah bagian dari keluarga besar mereka.

Ilham, anak bungsu dari lima bersaudara, tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah sederhana di RT 10, Blok C No. 5, Kompleks Perumahan Nenang Permai.

Sejak kabar pilu tentang Ilham yang turut menjadi korban tenggelamnya kapal feri milik PT Sadena Mitra Bersama itu menyebar, satu per satu tetangga dan kerabat berdatangan ke kediaman orang tuanya.

Ungkapan belasungkawa tulus mengalir dari setiap bibir, menciptakan suasana haru di tengah duka yang mendalam.


Pantauan Kaltim Post pada Selasa (6/5) siang, sebuah tenda sederhana telah didirikan di jalan depan rumah Ilham. Di bawah naungan tenda itu, beberapa warga kompleks perumahan duduk bersama, mencoba menguatkan satu sama lain dan berbagi kenangan tentang sosok Ilham, yang akrab disapa dengan nama kecilnya.


“Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Harapan kami semua sama, semoga Ilham segera ditemukan dalam keadaan selamat, seperti doa yang tak putus dipanjatkan oleh keluarganya,” kata Abubakar Soleh, salah seorang warga.

Ia bersama tetangga lainnya duduk di kursi plastik, suara lirih percakapan mereka sesekali membahas kebaikan dan keramahan Ilham, seorang pemuda yang dikenal suka bergaul meski kesibukan pekerjaan sebagai pelaut membuatnya jarang berada di rumah.


Sebagai wujud solidaritas dan duka cita yang mendalam, warga Kompleks Perumahan Nenang Permai, khususnya di lingkungan RT 11, sepakat untuk membatalkan rencana kerja bakti yang sebelumnya telah dijadwalkan pada Selasa (6/5).

"Kami menunda rencana kerja bakti ini sebagai bentuk penghormatan dan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Ilham dan keluarganya," tutur Taufiqurahman, ketua RT 11.


Rencana kerja bakti tersebut, lanjut Taufiqurahman, sebenarnya telah disiapkan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah mereka setelah hujan deras.

Bahkan, ia telah mengumpulkan sumbangan dari warga untuk menyewa alat berat dan operatornya guna mengeruk parit yang telah dipenuhi sedimentasi lumpur. Namun, musibah yang menimpa salah satu warganya itu mengalahkan segalanya.

Kini, di tengah penantian yang penuh kecemasan, warga Kompleks Perumahan Nenang Permai hanya bisa berharap dan terus berdoa agar Ilham segera ditemukan dalam kondisi terbaik.

Duka yang mereka rasakan adalah cerminan dari eratnya tali persaudaraan dan kepedulian di tengah komunitas kecil ini, sebuah kesedihan kolektif atas hilangnya seorang putra terbaik mereka di tengah laut yang kini terasa begitu kejam.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#teluk balikpapan #KMP Muchlisa tenggelam #KMP Muchlisa #penajam #balikpapan