Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kritik Buzzer, Identitas Pemimpin Media dan Istrinya Disebar Akun Misterius

Denny Saputra • Minggu, 11 Mei 2025 | 19:29 WIB
DOXING: Identitas lengkap pemilik salah satu media di Kaltim disebar akun yang diduga buzzer di sosial media setelah melontarkan kritik ke pemkot fiktif, Bikini Bottom. (FOTO: IST)
DOXING: Identitas lengkap pemilik salah satu media di Kaltim disebar akun yang diduga buzzer di sosial media setelah melontarkan kritik ke pemkot fiktif, Bikini Bottom. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dunia maya Samarinda memanas. Video yang berisi data pribadi pimpinan media daring Selasar.co, Achmad Ridwan, beredar luas di TikTok dan Instagram, Minggu (11/5). Bukan hanya nama dan wajah, tapi juga informasi sensitif seperti nomor induk kependudukan (NIK) hingga foto identitas istrinya ikut disebar oleh akun-akun tak bertanggung jawab.

Aksi ini disebut sebagai balasan atas video kritik yang sebelumnya diunggah Ridwan—yang akrab disapa Awan—melalui akun resmi Selasar. Dalam video itu, Awan melontarkan kritik tajam kepada para buzzer yang diduga dipelihara oleh sebuah pemerintah kota fiktif yang ia sebut “Bikini Bottom”. 

Awan menyoroti perilaku para buzzer itu yang menyerang seorang konten kreator dengan menyebarkan identitas pribadinya karena kerap menyindir pembangunan kota.

Alih-alih menjawab substansi kritik, pihak-pihak yang merasa tersindir malah membalas dengan serangan serupa: menyebar identitas Awan dan keluarganya. Akun TikTok bernama kesahmaha_ dan akun Instagram KELAMBU KUNING teridentifikasi sebagai penyebar awal konten doxing tersebut.

“Ini bukan hanya serangan terhadap saya secara pribadi, tapi juga validasi bahwa apa yang saya sampaikan sebelumnya benar adanya. Mereka ini pengecut, menyerang privasi untuk membungkam kritik,” tegas Awan saat dikonfirmasi.

Ia menilai tindakan seperti ini berbahaya dan mencederai prinsip demokrasi serta kebebasan berekspresi. Awan juga berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, termasuk pihak-pihak yang kemungkinan berada di belakang operasi buzzer ini.

“Kritik itu seharusnya dianggap vitamin oleh pemerintah. Karena tidak semua ASN berani menyuarakan kebenaran. Kalau ada warga sipil bersuara, mestinya disyukuri, bukan malah diintimidasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Awan mengajak publik untuk lebih peduli terhadap praktik semacam ini. Ia menilai, hari ini mungkin giliran dirinya dan sang istri yang menjadi sasaran. 

Tapi ke depan, siapa pun yang berbeda pandangan bisa bernasib serupa jika praktik doxing terus dibiarkan.

“Saya tidak akan mundur. Ini soal menjaga ruang publik yang sehat. Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi juga soal keberanian menyampaikan kritik tanpa takut dibungkam,” tutupnya.

Editor : Uways Alqadrie
#pemkot samarinda #buzzer #Polresta Samarinda #Selasar