Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Riset Brand Politika: Jokowi Jadi Raja Hashtag, Tapi Prabowo Menang Engagement

Erwin D. Nugroho • Senin, 12 Mei 2025 | 12:23 WIB

 

Popularitas Jokowi di dunia maya yang masih terus moncer meskipun sudah tidak menjabat. Masih terus dibicarakan publik.
Popularitas Jokowi di dunia maya yang masih terus moncer meskipun sudah tidak menjabat. Masih terus dibicarakan publik.

KALTIMPOST.id, Di era digital, perang pengaruh tak lagi hanya terjadi di ruang rapat atau panggung kampanye.

Dunia maya kini menjadi arena baru bagi para tokoh politik untuk unjuk eksistensi.

Laporan terbaru dari Brand Politika Indonesia menunjukkan dinamika menarik antara dua nama besar Indonesia: Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Dalam laporan yang memantau aktivitas digital selama periode 4 April–5 Mei 2025, nama Jokowi disebut dalam lebih dari 29 ribu unggahan di media sosial dan media online.

Baca Juga: Dari Istana ke Timeline: Meski Pensiun, Popularitas Jokowi di Dunia Maya Kalahkan Prabowo

Sebagai perbandingan, Prabowo tercatat dalam 23 ribu unggahan. Bahkan, tagar #Jokowi digunakan sebanyak 2.260 kali, jauh meninggalkan #Prabowo yang hanya muncul 245 kali.

Namun menariknya, ketika bicara soal engagement atau interaksi netizen, hasilnya berbalik.

Total interaksi media sosial terhadap konten Prabowo mencapai 15 juta, mengungguli Jokowi yang hanya meraih 9,5 juta interaksi.

Ini termasuk reaksi (likes), komentar, dan shares yang terekam melalui sistem pemantauan digital.

“Jumlah sebutan tidak selalu berarti tingkat ketertarikan yang tinggi. Dalam kasus ini, Prabowo justru memancing lebih banyak aksi dari netizen,” ujar Eko Satiya Hushada, Direktur Eksekutif Brand Politika Indonesia, dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Secara teknis, Jokowi unggul dalam jangkauan (estimated social media reach/ESMR) sebesar 535 juta akun, sementara Prabowo berada di angka 407 juta akun.

Baca Juga: Presiden RI ke-7 Jokowi Serahkan Ijazah SMA dan Kuliah di Universitas Gadjah Mada ke Bareskrim Polri

Namun, intensitas respon warganet terhadap Prabowo memperlihatkan tren bahwa audiens digital lebih terlibat aktif dalam konten yang menyebutkan nama Presiden saat ini.

Laporan ini juga menyoroti peran akun-akun populer seperti @grok — chatbot AI milik Elon Musk—yang aktif memposting seputar Jokowi dan Prabowo di platform X (sebelumnya Twitter).

Selain itu, akun seperti @officialnews di TikTok menjadi salah satu penyumbang ESMR terbesar untuk Jokowi, sementara @sripoku.com mendominasi konten Prabowo di TikTok.

 

Mentions ke Jokowi Meningkat Sebulan Terakhir

Jika ditilik lebih dalam dari grafik volume penyebutan (mentions) harian, terlihat bahwa popularitas digital Prabowo Subianto cenderung menurun drastis selama periode pemantauan.

Pada periode sebelumnya, Prabowo sempat mencatatkan angka maksimum 2.087 sebutan per hari dengan rata-rata 1.320.

Namun pada periode terbaru, angka tersebut turun tajam menjadi hanya 1103 di titik tertinggi dan rata-rata harian hanya 148 penyebutan, bahkan beberapa hari tanpa penyebutan sama sekali (0 mentions).

Sebaliknya, grafik untuk Joko Widodo menunjukkan performa yang lebih stabil dan dinamis.

Jokowi mencatat puncak penyebutan sebanyak 1.954 pada 30 April 2025, dengan rata-rata harian 943 mentions selama periode terbaru.

Baca Juga: Jokowi Soal Lima Orang Dilaporkan ke Polisi: Sudah Merendahkan Saya Serendah-rendahnya

Meski mengalami penurunan tajam usai 1 Mei, tren penyebutannya masih jauh lebih hidup dibanding Prabowo.

Temuan ini mempertegas bahwa meski tidak lagi menjabat, eksistensi digital Jokowi masih jauh lebih kuat dibanding Prabowo, terutama dalam hal konsistensi eksposur di media sosial dan pemberitaan online.

Fluktuasi tajam Prabowo menunjukkan bahwa atensi terhadapnya cenderung bersifat situasional, bukan karena eksistensi digital yang stabil.

 

Pertarungan Digital yang Semakin Strategis

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam era keterbukaan informasi, popularitas tidak hanya soal siapa yang paling banyak disebut, tapi juga siapa yang mampu mendorong aksi nyata dari publik digital.

Strategi komunikasi politik ke depan kemungkinan besar akan semakin memanfaatkan AI, algoritma media sosial, dan pemetaan interaksi digital sebagai indikator kekuatan pengaruh.

Meski Jokowi sudah lengser, eksistensinya di dunia maya masih terasa kuat. Tapi Prabowo, sebagai presiden aktif, tampaknya lebih mampu menarik minat warganet untuk berinteraksi langsung dengan konten yang berkaitan dengannya.

Jadi, siapa yang benar-benar menang di jagat digital — si Raja Hashtag atau si Magnet Engagement? Jawabannya bisa berbeda tergantung dari sudut mana publik memandangnya. (*)

Editor : Erwin D. Nugroho
#brand politika #jokowi #prabowo