Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Okupansi Hotel di Balikpapan Turun, Grand Jatra Tetap Optimistis dalam Momen HUT Ke-14 Mereka

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 13 Mei 2025 | 18:11 WIB
INDUSTRI: Manajemen Grand Jatra Hotel Balikpapan yang merayakan ulang tahun hotel. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
INDUSTRI: Manajemen Grand Jatra Hotel Balikpapan yang merayakan ulang tahun hotel. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Industri perhotelan di Balikpapan menghadapi tekanan sejak awal 2025. Tingkat hunian yang belum stabil dan penurunan okupansi hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu menjadi tantangan nyata. Terutama bagi hotel-hotel yang sebelumnya diuntungkan oleh geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meski begitu, Grand Jatra Hotel Balikpapan tetap menunjukkan optimisme tinggi dengan merayakan hari jadinya yang ke-14 pada Mei ini.

“Industri kami sangat merasakan dampaknya sejak Januari. Okupansi memang sempat naik sedikit namun pada Maret-April kembali turun, dan hingga sekarang belum sepenuhnya pulih seperti 2024 lalu,” ungkap Novita Fatimey, selaku Public Relations Manager Jatra Hotels & Resorts Cluster Balikpapan.

Menurutnya, saat ini tingkat okupansi di Grand Jatra berada di kisaran 50–60 persen. Angka itu turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mengalami lonjakan berkat banyaknya kegiatan di IKN.

Namun, tahun ini, faktor kelesuan ekonomi nasional serta efisiensi anggaran pemerintah ikut mengurangi aktivitas yang biasanya menjadi sumber okupansi utama hotel.

“Tahun lalu okupansi sangat terbantu karena banyak agenda pemerintah di IKN yang memberi limpahan tamu ke Balikpapan. Tapi sekarang, banyak kegiatan yang dipangkas. Ini sangat berdampak,” kata perempuan yang akrab disapa Imey itu.

Meski dihadapkan pada situasi yang menantang, pada perayaan hari jadinya Grand Jatra Hotel dengan tema Brilliant and Excellent itu, tim manajemen maupun semua tamu tampak bersuka cita, sebagai bentuk syukur sekaligus momentum memperkuat semangat untuk terus bertahan dan berinovasi.

“Kami tetap menjalin silaturahmi dan memperluas jangkauan promosi, bukan hanya ke instansi dan perusahaan, tetapi juga ke masyarakat umum. Apalagi bulan ini ada masa libur panjang yang kami manfaatkan dengan maksimal,” tambahnya.

Novita menambahkan, kamar masih menjadi penyumbang pendapatan utama hotel, kecuali Ramadan. Di mana segmen food and beverage (F&B) biasanya meningkat drastis.

Maka, berbagai program menarik dan penawaran khusus terus didorong untuk menjaga angka okupansi.

Dengan usia yang memasuki 14 tahun, Grand Jatra Hotel Balikpapan tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik, menjaga kualitas, dan menjadi bagian penting dari denyut perekonomian serta pariwisata di Kaltim.

Dia berharap aktivitas di kawasan IKN bisa kembali dimasifkan agar memberikan dampak positif ke daerah sekitarnya.

“Kami berharap geliat industri pariwisata Balikpapan maupun Indonesia bisa segera pulih. Dengan semakin banyaknya kegiatan di IKN, Balikpapan pasti akan kembali merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (rd)

 

ULIL MU'AWANAH

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Grand Jatra Hotel Balikpapan #okupansi hotel Balikpapan #Kutai Barat