Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Duka Najwa Shihab, Kehilangan Anak dan Suami Tercinta: Tak Menyangka Akan Mengalami Kejadian Itu di Kehidupannya

Uways Alqadrie • Selasa, 20 Mei 2025 | 16:28 WIB
Najwa Shihab bersama suami dan anaknya. (FOTO: IST)
Najwa Shihab bersama suami dan anaknya. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Suami Jurnalis senior Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025. Kabar duka baru saja datang dari keluarga Najwa Shihab.

Diketahui, Najwa Shihab dan Ibrahim Sjarief menikah pada tahun 1997.Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai dua orang anak. Yakni Izzat Ibrahim Assegaf serta Namiyah Assegaf, di mana sang putri meninggal dunia beberapa jam setelah dilahirkan.

Ibrahim Sjarief Dimakamkan Besok

Suami jurnalis Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf, akan dimakamkan besok Rabu, 21 Mei 2025. Jenazah Ibrahim Sjarief akan dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia: Ibrahim Sjarief Assegaf Sempat Dirawat karena Pendarahan Otak

Kabar ini dikonfirmasi oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang juga merupakan sahabat Najwa Shihab.

“Innalillahi wainnailaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf,” ujar Meutya, Selasa. 

Kehilangan Anak Tercinta

"Perjuangan terbesarku adalah saat kehilangan bayi perempuanku. Waktu Namia meninggal itu berat banget, karena aku tuh usaha banget untuk mendapatkan anak kedua, dan hamilnya itu berat banget, aku harus bed rest di rumah sakit, aku harus di tempat tidur, nggak boleh turun," ungkap Najwa Shihab.

Baca Juga: Perjalanan Karir Suami dan Profil Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf yang Meninggal karena Pendarahan Otak

“Aku melakukan segalanya, aku membaca semua buku tentang bayi yang akan lahir, soal bayi prematur, alami gangguan jantung, aku baca itu semua,” sambungnya.

Terungkap bahwa masalah ketuban ternyata mempengaruhi kondisi bayi di kandungan Najwa. Kepergian sang bayi perempuan pun harus diarahkan pada Najwa dengan hati yang ikhlas.

“Jadi ketuban aku itu selalu merembes, seminggu sekali ada prosedur dokter harus selalu nyuntik, masukin air supaya cukup, supaya bayiku bisa hidup,” ujar Najwa.

“Aku mikir pokoknya kalau kita berusaha pasti dapat, tapi walaupun kita berusaha, Tuhannya nggak ngasih, ya, nggak ngasih,” sambungnya.

Kepergian anak perempuan untuk selamanya sempat membuat Najwa merasa terpukul begitu hebat. Ia tak menyangka akan mengalami kejadian itu di kehidupannya.

Baca Juga: Kisah Cinta Najwa Shihab dan Ibrahim Assegaf: Awal Bertemu di Kampus, Menikah Setelah 6 Bulan Berpacaran

“Aku marah, karena aku sempat nazar, kalau bayiku hidup, aku akan puasa nggak berhenti-henti, aku akan salat malam nggak berhenti,” ujar Najwa.

"Aku ada fase marah, untuk bisa sampai akhirnya ikhlas itu panjang, pas Naima nggak ada, aku gila kerja," tutupnya.

Editor : Uways Alqadrie
#Suami Najwa Shihab Meninggal Stroke #Suami najwa shihab meninggal #najwa shihab