KALTIMPOST.ID-Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Rudy Rachmat Nugraha memimpin langsung tradisi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danpomdam VI/Mlw dan Danyonif 600/Modang.
Upacara tradisi penerimaan dan pelepasan warga Kodam VI/Mlw digelar di Lapangan Upacara Mako Yonif 600/Modang, Balikpapan, Senin (19/5) pagi.
Upacara diikuti sekitar 300 peserta dan dihadiri oleh Kasdam VI/Mulawarman Brigjen Ari Aryanto, Irdam VI/Mulawarman Brigjen Eventius Teddy Danarto, para asisten Kasdam, para komandan satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman, serta unsur FKPD, pengurus Persit KCK PD VI/Mlw, dan undangan lainnya.
Jabatan Danpomdam VI/Mulawarman secara resmi diserahterimakan dari Kolonel Cpm Johny Paul Johannes P kepada Kolonel Cpm Erwien Ferry S.
Sedangkan jabatan Danyonif 600/Modang diserahterimakan dari Letkol Inf Bambang Prasetyo kepada Letkol Inf Dipa Dipura.
Sertijab dilaksanakan melalui rangkaian penyerahan tongkat komando, tunggul satuan, penandatanganan pakta integritas, dan penghormatan terhadap lambang-lambang kesatuan.
Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan alih tugas dan jabatan di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari pembinaan personel dan organisasi untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan pengalaman para perwira.
“Terima kasih atas pengabdian pejabat lama dan ucapan selamat bertugas kepada para pejabat baru yang diharapkan mampu memberikan kinerja terbaik demi kemajuan Kodam VI/Mulawarman,” papar Rudy.
Selain sertijab, turut dilaksanakan tradisi penerimaan dan pelepasan warga Kodam VI/Mulawarman.
Pangdam secara resmi melepas Brigjen Yuswandi yang akan menempati jabatan baru sebagai staf khusus Kasad.
Juga menerima Kolonel Arh Deni Sukwara sebagai Kapoksahli Pangdam VI/Mulawarman yang baru.
Tradisi itu ditandai dengan pembacaan pernyataan resmi Pangdam serta pemutaran video profil warga baru dan lama.
Penyelenggaraan upacara sertijab dan tradisi satuan itu mencerminkan komitmen Kodam VI/Mulawarman dalam menegakkan nilai-nilai organisasi, menjunjung tinggi kehormatan satuan, dan memperkuat soliditas dan rasa bangga sebagai prajurit.
Tradisi itu bukan hanya bentuk seremonial, tetapi juga wahana memperkuat identitas, loyalitas, dan kesinambungan estafet kepemimpinan yang profesional, tangguh, serta adaptif terhadap tuntutan tugas ke depan. (rd)
Editor : Romdani.