KALTIMPOST.ID, BONTANG-Neni Moerniaeni-Agus Haris memiliki komitmen dalam pembangunan destinasi wisata di Kota Bontang. Pasca meninjau destinasi Pulau Beras Basah, Neni akan menyulap obyek wisata ini menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Tentunya pasca migas salah satu yang bisa dilakukan yakni melengkapi fasilitas di destinasi wisata. Ini bisa menjadi pemasukan bagi Bontang,” kata Neni.
Ia pun meminta pengunjung juga turut terlibat dalam menjaga kebersihan di obyek wisata. Sebab jika kotor maka tujuan untuk menarik wisatawan tidak bisa tercapai. “Kami akan benahi destinasi wisata satu-persatu. Ini juga membutuhkan kucuran dana dari pemprov maupun pusat,” ucapnya.
Sementara Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menilai Pulau Beras Basah merupakan salah satu destinasi andalan Kota Bontang. Dalam rangka meraup pendapatan daerah. “2026 akan dibangun dengan baik,” tutur dia.
Pemkot Bontang pun telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya yakni para pelaku UMKM di destinasi tersebut. Tujuannya untuk dilakukan penataan sehingga pengelolaan bisa berjalan lebih baik.
“Kami sudah ada desain untuk Beras Basah itu nantinya cantik. Ada gazebo, tempat makan, taman, dan lain sebagainya,” terangnya.
Secara prinsip warga sepakat untuk penataan di Pulau Beras Basah. Apalagi Bontang menjadi daerah penyangga IKN, tentunya ini harus dipersiapkan untuk menjadi salah satu destinasi yang menarik kunjungan wisatawan.
“Saat ini memang retribusi belum ada yang masuk. Kami akan melakukan pengaturan,” sebutnya.
Kabid Pariwisata Dispoparekraf Muhammad Ihsan mengatakan sejatinya ripow sudah ada sejak 2019. Tetapi karena ada perubahan harga material akibat inflasi, maka perlu dikaji ulang. Menyesuaikan dengan harga yang ada saat ini.
“Karena ini berpengaruh sama bahan baku untuk pengembangan obyek wisata,” kata Ihsan.
Mengacu ripow, pemkot akan mendirikan enam cottage. Nantinya paket hunian bagi wisatawan akan berada di tepi pulau. Memakai kayu ulin. Jumlah cottage sesuai perencanaan yakni enam.
Tempat pertemuan dan panggung juga masuk dalam upaya pengembangan. Sehingga wisatawan bisa menikmati fasilitas yang ada. Termasuk panggung bisa digunakan untuk menyambut tamu undangan dengan suguhan kesenian.
“Ripow ini menjadi dasar untuk pengembangan,” terangnya.
Diketahui, obyek wisata satu ini menjadi ikon dari kota tersebut. Pulau yang berada di tengah laut lepas Kota Bontang ini menawarkan panorama pasir putih yang indah.
Sebelum menuju lokasi tersebut wisatawan harus menuju ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah. Pemilik kapal akan menawarkan jasa transportasi untuk menyeberang. Kisaran tarif antara Rp550 ribu hingga jutaan rupiah untuk paket pulang-pergi. Nominal ini bergantung dengan kapasitas kapal.
Perjalanan yang dibutuhkan untuk penyeberangan sekira 1,5 jam. Ketika tiba ada dermaga dengan jembatan bertuliskan Beras Basah untuk obyek fotografi. Tahun ini rencana ada perbaikan terkait tempat ibadah, gazebo, pujasera, hingga toilet.
Mengacu, jumlah kunjungan wisatawan di Pulau Beras Basah selalu tinggi saban tahunnya. Pada 2023 untuk wisatawan lokal mencapai 25.625. Sementara wisatawan mancanegara berjumlah 10 orang. Sementara di 2022 angkanya untuk wisatawan lokal mencapai 28.066.
Editor : Uways Alqadrie