KALTIMPOST.ID-Israel melancarkan serangan udara ke Bandara Internasional Sanaa, Yaman, pada Rabu pagi (28/5), yang menghancurkan satu-satunya pesawat komersial aktif milik Yemeni Airlines—pesawat yang dijadwalkan mengangkut 300 jemaah haji ke Jeddah, Arab Saudi.
Dilansir Al Jazeera, serangan itu merupakan bagian dari empat gelombang pemboman yang menyasar landasan pacu dan pesawat jenis Airbus A320-233 yang baru mendarat dari Amman, Yordania.
Menurut data Flightradar24, pesawat tersebut tiba sekitar pukul 09.10 waktu setempat dan sebelumnya membawa 150 penumpang.
Direktur Bandara Sanaa, Khaled al-Shaif, mengatakan lewat media sosial X bahwa serangan ini menghancurkan sepenuhnya pesawat komersial terakhir yang bisa digunakan untuk penerbangan internasional dari Sanaa. Padahal, pesawat itu dijadwalkan mengangkut jemaah haji pada hari yang sama.
Pemimpin kelompok Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menuding Israel mencoba menggagalkan dukungan dunia Muslim terhadap Palestina dengan menyerang simbol-simbol ibadah.
“Serangan ini adalah bagian dari upaya untuk memisahkan umat Islam dari rakyat Gaza,” ujarnya dalam pidato yang dikutip kantor berita SABA.
Al-Houthi menyebut bahwa tindakan tersebut tidak akan menghentikan solidaritas Yaman terhadap perjuangan Palestina.
“Insya Allah mereka akan gagal. Rakyat kami tetap bersama Gaza,” tegasnya.
Kelompok Hizbullah di Lebanon juga turut mengecam serangan itu, menyebutnya sebagai “agresi biadab” dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Mereka menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk bertindak cepat, dan mengecam diamnya komunitas internasional atas serangan ke wilayah sipil tersebut.
Dengan momentum haji yang seharusnya menjadi momen persatuan umat, serangan ini justru menyoroti eskalasi konflik yang telah merambah dimensi keagamaan, memperluas krisis Gaza.(*)