KALTIMPOST.ID-Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Kaltim, Kaltim Post Group bersama Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Kaltim akan menggelar forum diskusi publik bertajuk “Rembuk Etam”, pada Rabu (4/6).
Pemimpin Redaksi Kaltim Post Romdani mengatakan, diskusi ini akan mengangkat tema “Gratispol: Menakar Kontribusinya pada Pencapaian Asta Cita”.
Tema itu merujuk pada program pendidikan gratis yang diluncurkan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji pada 21 April 2025.
Romdani menyebut, acara Rembuk Etam ini digelar secara rutin. Berbagai tema menjadi topik yang dibahas.
“Bedanya kali ini akan disiarkan juga di Radio KPFM. Jadi pengendara mobil bisa mendengarkan sambil berkendara,” ucapnya.
Sementara yang lagi di rumah atau kantor, bisa melihat langsung melalui saluran Balikpapan Tv dan kanal media sosial Kaltim Post dan IKA UB Kaltim. “Forum ini akan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita,” katanya.
“Jadi jangan sampai terlewat. Tapi kami juga akan menyajikan hasil dari Rembuk Etam itu di edisi cetak maupun online Kaltim Post,” sambungnya.
Kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang pemerintahan, pendidikan, dan kemahasiswaan.
Seperti Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dan Deputi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Warsito.
Selain itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim HM Darlis Pattalongi, Ketua Tim Transisi Gubernur Kaltim Rusmadi Wongso, pengamat pendidikan Prof Susilo, Ketua IKA UB Kaltim Myrna A Safitri, dan Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo.
Hadir juga Rektor Universitas Mulawarman Prof Abdunnur, Rektor Universitas Balikpapan Dr Isradi Zainal, dan Rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof Agus Rubiyanto sebagai pemateri.
Rembuk Etam ini juga akan dihadiri oleh ketua BEM dari Universitas Balikpapan, Institut Teknologi Kalimantan, dan Politeknik Negeri Balikpapan beserta jajarannya. Adapun jalannya diskusi akan dipandu oleh Wiji Winarko sebagai host.
Romdani menyebut, Rembuk Etam menjadi ruang penting untuk menyampaikan, menakar, dan mengevaluasi implementasi Gratispol yang selama ini diklaim telah memberi manfaat besar bagi masyarakat.
“Program Gratispol ini bukan hanya tentang pembebasan biaya sekolah, tapi juga tentang keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda Kaltim. Kami ingin membuka ruang dialog publik agar masyarakat tahu, sejauh mana program ini berdampak dan apa tantangannya ke depan,” ujar Romdani.
Menurutnya, kolaborasi antara media, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil sangat penting agar pelaksanaan program-program besar seperti Gratispol tidak hanya berjalan di atas kertas. Tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melalui Rembuk Etam, kami tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi fasilitator dialog. Media harus hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kepentingan publik dan kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Diketahui, Gratispol di sektor pendidikan merupakan program unggulan Pemprov Kaltim yang mencakup pembebasan biaya pendidikan untuk siswa SMA/SMK/SLB negeri dan swasta.
Lalu pembebasan pembiayaan kuliah bagi mahasiswa asal Kaltim dari jenjang D-3 hingga S-3, serta beasiswa lanjutan bagi guru. Program itu didanai APBD Kaltim dan juga membuka peluang kerja sama dengan mitra corporate social responsibility (CSR) serta institusi pendidikan. (rd)
Editor : Romdani.