KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Penyebab kebakaran yang melanda BIGmall Samarinda, Selasa (3/6), masih menjadi tanda tanya.
Untuk mengungkap sumber insiden secara akurat, tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Surabaya, Jawa Timur, akan segera diterjunkan guna melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Hal tersebut diungkapkan Wakapolresta Samarinda AKBP Heri Rusyaman, ketika meninjau lokasi BIGmall, Rabu (4/6).
Dia mengatakan, hingga kini pusat perbelanjaan terbesar di Kaltim itu masih ditutup pengelola, dan penutupan dilakukan sembari menunggu hasil investigasuli lengkap dari kepolisian.
“Polresta Samarinda telah turun ke lapangan. Fokus utama adalah menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, hasilnya belum bisa kami sampaikan karena prosesnya masih berjalan,” ujar Heri, Rabu (4/6).
Heri menambahkan, penyelidikan akan melibatkan tim Labfor Surabaya yang bekerja sama dengan jajaran Polda Kaltim dan Polresta Samarinda. Selain menelusuri asal api, tim itu juga akan menghitung total kerugian serta memberikan rekomendasi teknis untuk langkah selanjutnya.
Pembukaan kembali mal nantinya sangat bergantung pada hasil pemeriksaan struktur bangunan. Jika dinyatakan aman, barulah aktivitas di pusat perbelanjaan itu bisa kembali berjalan.
“Kami berharap ada evaluasi dari sistem operasionalnya, dievaluasi ulang," ujarnya.
Saat ini, pengelola BIGmall masih berfokus pada pembersihan puing-puing sisa kebakaran. Heri tak menampik, BIGmall merupakan salah satu ikon pusat perbelanjaan di Kota Tepian. Karena itu, dia berharap proses pemulihan bisa berlangsung cepat.
“Mudah-mudahan tenant yang tidak terdampak bisa segera kembali beraktivitas agar roda ekonomi tetap berjalan,” pungkasnya.
Editor : Dwi Restu A