Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bikin Haru, Sebanyak 4.575 Jiwa Warga Kelurahan Simpang Tiga Loa Janan Ilir Terendam, Penanganan Banjir Mendesak

Denny Saputra • Jumat, 6 Juni 2025 | 15:58 WIB
PERIKSA KONDISI: Andi Harun (kedua kiri) bersama jajaran meninjau dan mencari solusi banjir di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (4/6).
PERIKSA KONDISI: Andi Harun (kedua kiri) bersama jajaran meninjau dan mencari solusi banjir di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir, Rabu (4/6).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Banjir besar yang melanda Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada 12 Mei lalu menyisakan pekerjaan rumah serius bagi pemerintah kota. Sebanyak 15 RT terdampak, mencakup 2.068 KK atau sekitar 4.575 jiwa. Tak kurang dari 1.035 bangunan terendam, bahkan sebagian nyaris tenggelam hingga mendekati atap.

Lurah Simpang Tiga, Sugik, menyebut kondisi tersebut sebagai peringatan keras, bahwa hampir semua rumah di beberapa titik, ketinggian banjir itu sampai ke atap. Menurut dia, penyebab banjir kali ini bukan semata faktor alam. “Ada air pasang, hujan deras, tapi juga karena bendungan di sekitaran Desa Purwajaya dibuka. Itu airnya meluap, jadi makin parah,” ungkapnya, Jumat (6/6).

Sugik menyebut solusi tak bisa lagi ditunda. Perlu pelebaran sungai dan pembangunan sodetan air sebagai jalur pengalihan. Diakuinya, ada sodetan sudah mulai dibangun sejak tahun lalu oleh Pemprov Kaltim. “Crossing-nya sudah selesai, tapi terhambat satu rumah yang belum beres sertifikatnya. Sekarang informasinya sudah selesai,” jelasnya.

Kondisi sungai di wilayah tersebut kini hanya selebar dua hingga tiga meter. Kondisi ini tentu sudah terlalu sesak menampung debit air sebesar itu. “Sebagaimana instruksi wali kota usai tinjauan Rabu (4/6), kami diminta mendata warga di tujuh RT bantaran sungai. Sebagai langkah awal pembebasan lahan dan pelebaran sungai,” terangnya.

Dia pun sudah menginstruksikan para ketua RT khusus di RT 20, 21, 18, 17, 15, 14, dan 13. Yakni fokusnya pada rumah di kiri-kanan bantaran sungai Loa Lah, Loa Hui dan Loa Janan. “Nanti akan segera kami laporkan ke walikota, menunggu arahan selanjutnya,” singkatnya. Dia menyampaikan pesan dari masyarakat, agar pemerintah segera menangani banjir di sini

Masyarakat, katanya, mulai menyadari pentingnya normalisasi sungai. “Harapannya segera ditangani. Kalau tidak, banjir akan datang lagi. Dan mungkin lebih parah,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (2/6), Wali Kota Andi Harun melakukan tinjauan langsung ke Kawasan Perumahan H Saleh, Kelurahan Simpang Tiga, bersama jajaran Forkopimda dan DPUPR Pera Provinsi Kaltim.

Dari hasil peninjauan dan paparan tim SDA DPUPR Pera Kaltim, kawasan Perumahan H Saleh menerima aliran air dari tiga arah besar, kawasan RSUD IA Moeis dan UINSI, kawasan perbukitan Jalan HAM Rifaddin, serta aliran dari wilayah Kukar, tepatnya Desa Purwajaya.

“Tiga sungai melintasi kawasan ini, Sungai Loa Janan, Loa Lah, dan Loa Hui. Beban aliran cukup berat, jadi salah satu solusinya adalah membuat sodetan dari Perum H Saleh ke Sungai Loa Janan,” ujar Andi Harun memaparkan.

Ia menegaskan, bila anggaran provinsi belum tersedia tahun ini, maka Pemkot siap ambil alih pekerjaan sodetan agar tidak menunggu hingga 2026. Bahwa banjir di kawasan ini bukan persoalan sederhana. Kompleks dan lintas wilayah. “Kami sudah minta camat dan lurah untuk mulai lakukan inventarisasi minggu ini, terutama bangunan yang berdiri di atas badan sungai. Karena ada rencana melebarkan anak-anak sungai. Kalau tidak bisa dibebaskan total, minimal ada ruang 10 hingga 15 meter untuk aliran air,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#banjir #loa janan ilir #terendam #samarinda