KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ustaz Muhammad Yahya Waloni meninggal dunia saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah Minasa Upa, Jalan Aroepala, Gunung Sari, Kota Makassar, Jumat (6/6).
Ustaz Yahya yang merupakan mualaf pada tahun 2006 ini menyampaikan isi khutbah terakhir mengenai Ketauhidan atau Keesaan Allah SWT.
Isi khutbah terakhir Yahya Waloni disampaikan Syahruddin Usman, Ketua Masjid Darul Falah Kota Makassar kepada wartawan.
Ustaz Yahya Waloni sempat berkhotbah dengan semangat pada khutbah pertama yang membahas Ketauhidan. Namun pada khutbah kedua, Yahya Waloni tiba-tiba jatuh perlahan ke bawah.
Kontan jamaah shaf depan panik. Imam dan pengurus berlomba ke depan. Ustaz sudah tak sadarkan diri.
“Sudah khutbah pertama, semangat, menyampaikan tentang ketauhidan. Begitu sudah duduk, khotbah kedua, menyampaikan beberapa menit, langsung jatuh,” tutur Syahruddin Usman kepada awak media.
Dikisahkan, ustaz Yahya Waloni, sudah dijadwalkan panitia masjid sebagai khatib Jumat sejak pekan lalu.
Pagi harinya, magister theologia ini memberi khutbah Iduladha di sebuah masjid di pusat Kota Makassar.
Bersama Sitti Mutmainnah (34) istrinya, ustaz Yahya menginap di Hotel Prima, Jl Dr SAM Ratulangi, Makassar, sekitar 9,7 km dari Masjid Darul Falah. Pukul 10.30 Wita, panitia menjemput Yahya.
Masih sempat menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban di halaman timur masjid.
Istrinya, dijamu di rumah salah seorang takmir, sekitar 75 meter daru masjid. Pukul 11.30 Wita, ustaz Yahya masuk ke Masjid. Dia duduk di shaf pertama, membaca surah Al Kahfi dan berzikir.
Baca Juga: Yahya Waloni Meninggal Dunia: Pendeta yang Mualaf, Pernah Masuk Penjara Gara-gara Kasus SARA
Pukul 12.05 Wita, usai Azan, panitia mempersilahkan khatib naik ke mimbar. Saat ini, jenazah Ustaz Yahya Waloni masih berada di Masjid Darul Falah. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta.
Editor : Uways Alqadrie