Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Yahya Waloni Meninggal Dunia: Saat di Penjara Selama 5 Bulan, Sering Mendapat Gangguan Mistis

Uways Alqadrie • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:48 WIB
Pendakwah Yahya Waloni
Pendakwah Yahya Waloni

KALTIMPOST.ID, MAKASSAR- Muhammad Yahya Waloni meninggal dunia pada 6 Juni 2025 saat menyampaikan khutbah salat Jumat di Masjid Darul Falah, yang terletak di Kompleks Perumahan Minasa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30 WITA, ketika Waloni tiba-tiba terduduk di atas mimbar pada bagian kedua khotbah Jumat dan kemudian tidak sadarkan diri. 

Ia dikenal luas sebagai seorang penceramah yang sebelumnya beragama Kristen dan pernah menjabat sebagai pendeta sebelum memeluk Islam.

Penceramah kontroversial Ustaz Yahya Waloni pernah menceritakan sejumlah pengalamannya ketika dirinya dijebloskan ke penjara atas kasus penistaan agama. Yahya Waloni dihukum lima bulan penjara di rutan Rutan Mabes Polri pada Agustus 2021 lalu.

Sejak menjadi narapidana, Yahya Waloni mengaku menempati sel tahanan yang dulu ditempati mendiang ustaz Maaher At-Thuwailibi. Tersangka ujaran kebencian itu diketahui meninggal dunia di Rutan Mabes Polri pada Senin, 8 Februari 2021. Yahya Waloni selama menempati sel tahanan itu dirinya kerap mengalami kejadian mistis.

“Saya disimpan selama 20 hari di tempat di mana Maher meninggal dunia. Pokoknya setiap malam itu, di atas jam 12, jam 1, kaki saya selalu dicubit, ditarik kaki saya. Setiap jam 1, jam 2, jam 3 malam, ditarik kaki saya,” kata Yahya Waloni saat menyampaikan ceramah Isra Mikraj, dikutip Populis.id dari kanal YouTube YouTube Hadits TV, Selasa (8/3/2022).

Lantaran sering mengalami kejadian aneh itu, Yahya Waloni mengaku tidak bisa tidur dengan nyaman selama menempati sel tersebut. 

“Jam 2 malam itu ditarik kaki saya, dan selalu muncul suara, bukan di dalam toilet. Tapi ada suara yang muncul itu dari arah tempat pembuangan sampah. (Suara) seperti orang kesakitan, di dalam sampah itulah (ada suara) orang seperti digorok lehernya,” jelas Yahya.

Lantaran merasa tak nyaman lagi di sel tersebut Yahya Waloni pernah mengajukan permohonan untuk ditempatkan satu sel dengan tersangka kasus penodaan agama M Kece, namun ditolak pihak kepolisian dengan berbagai alasan.

“Aduh jangan ustaz, mati nanti Kace itu,” kata Yahya menirukan ucapan polisi.

Editor : Uways Alqadrie
#Yahya Waloni #yahya waloni meninggal dunia #kota makassar