KALTIMPOST.ID-Dalam gelaran Rembuk Etam “Gratispol: Menakar Kontribusinya pada Pencapaian Asta Cita”, Kaltim Post dan Balikpapan Televisi bekerja sama dengan IKA UB Kaltim juga mengundang sejumlah rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Termasuk perwakilan dari mahasiswa dan pengamat pendidikan.
Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Abdunnur yang membuka pandangan awal, menyebut perlu sinergi bersama semua pihak untuk menyukseskan program Gratispol.
Namun di sisi lain juga harus ada indikator capaian. Karena sesuai tujuannya, program itu untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Sementara banyak indikator yang ada di dalamnya.
“Biaya pendidikan hanya salah satu komponen peningkatan kualitas pendidikan. Belum bicara soal mutu pendidikan di dalamnya. Karena itu, perlu sinergi. Semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus terlibat. Termasuk evaluasi. Salah satunya melalui IPK (indeks prestasi kumulatif), misal IPK 2,5 atau lama kelulusan,” ucapnya.
Selain itu, evaluasi terhadap program itu juga harus diukur melalui angka serapan kerja. Mengingat di kampus sendiri, akreditasi juga ditentukan oleh persentase jumlah lulusan sarjana yang diterima pasar kerja dalam kurun enam bulan pasca kelulusan.
Tentu hal itu harus dibicarakan lebih dalam secara teknis kepada pemerintah. Selain itu harus ada sistem pendukung yang meringankan beban hidup mahasiswa.
“Karena itu harus ada indikator capaian. Harus ada impact-nya. Kami (Unmul) juga berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pembelajaran dan mutu pendidikan. Jadi kita sama-sama evaluasi,” ujarnya.
Dengan Gratispol pendidikan gratis ini pula, Abdunnur menyebut, ke depan diharapkan bisa menuntaskan rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi Kaltim, yang hanya 20 persen di bawah rerata nasional sebanyak 30 persen. Sementara Malaysia sudah di angka 40 persen dan Singapura 50 persen.
“Tentu itu menjadi harapan. Jangan sia-sia. Harus tepat tujuan, sasaran, dan capaian. Dan saran saya untuk awal anggaran ini bisa menyasar pada mahasiswa tingkat akhir. Karena datanya sudah jelas. Dan saat ini di Unmul sudah ada data, tahun ini ada 5 ribu mahasiswa sudah diberi bantuan Gratispol ini,” ucap Abdunnur. (rd)
Editor : Romdani.