KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Kepergian Ustaz Yahya Waloni yang baru saja meninggal dunia usai mengisi khotbah salat Jumat di Makassar pada 6 Juni 2025, menyisakan banyak cerita kebaikan.
Ustaz Yahya Waloni dalam salah satu ceramahnya sempat bercerita dulunya penganut Islam di kampung halamannya, Manado tak sampai satu persen dari jumlah warga keseluruhan.
"Dulunya kampung halaman saya, provinsi saya Sulawesi Utara, Manado. Penduduknya dulu pemeluk islamnya hanya nol koma sekian persen," kata Ustaz Yahya Waloni dilansir dari TikTok @penantian.
Kemudian, pemilik nama asli Yahya Yopie Waloni ini memiliki seorang kakak perempuan mualaf yang masih tinggal di kampung halaman.
Sewaktu-waktu, kakak Ustaz Yahya Waloni ini lantas bercerita majelis taklim di kampung halamannya sudah mengalami kemajuan pesat.
Sebab, banyak orang-orang di kampung halaman mantan pendeta umat Kristiani itu yang ikut pindah ke agama Islam.
"Kakak saya mualaf, perempuan di Manado (bilang) 'Dek, sekarang MasyaAllah majelis taklim kami maju sekali, pegawai-pegawai di kantor Gubernur masuk Islam, pejabat-pejabat yang sudah pensiun masuk Islam' (katanya)," ujar pria yang telah mengganti namanya menjadi Muhammad Yahya Waloni.
Kakak Ustaz Yahya Waloni juga mengatakan alasan orang-orang di kampung halamannya pindah islam juga berkat konten YouTube sang adik sebagai seorang mualaf.
"Saya tanya kenapa, katanya mereka sering nonton (saya) di YoTube. Itu banyak yang masuk Islam karena sadar," paparnya.
Bahkan, Ustaz Yahya Waloni mengaku pernah membantu banyak orang di Manado pindah Islam pada 2009 lalu.
Karena itu, Ustaz Yahya Waloni mengatakan dirinya dikeroyok hingga mobilnya dibakar orang-orang.
"Saya pernah Islamkan orang Manado itu tahun 2009. Saya ke sana dengan istri sampai mobil saya dikeroyok dan dibakar di sana," lanjut Ustaz Yahya Waloni.
Meski begitu, Ustaz Yahya Waloni tetap berusaha memastikan orang-orang yang pindah Islam itu bukanlah orang-orang bodoh.
"Itu di tahun 2009, 2003 orang masuk Islam. Tapi, saya tanya pendidikanmu apa, pekerjaanmu apa. Saya takut kalau yang masuk Islam ini orang bodoh ," ujarnya.
Pengakuan Ustaz Yahya Waloni ini lantas mencuri atensi dan mendulang beragam komentar dari para netizen.
Pernah Bertikai dengan Pendeta yang Mualaf
Ustaz Yahya Waloni yang dulunya, ketika masih pendeta sebelum mualaf ternyata pernah menyerang pendeta lain yang memutuskan pindah Islam dengan cara menyebar fitnah.
Ia menyampaikannya dalam ceramah ketika memperlihatkan foto kenang-kenangannya mengangkat beberapa orang menjadi pendeta.
Karena itulah, Yahya Waloni berusaha menyembunyikan dokumen tersebut setelah mualaf untuk berjaga-jaga ketika giliran difitnah.
"Karena dulu saya punya program kalau pendeta masuk Islam, di Aceh dulu ada dua orang pendeta masuk Islam. Kami fitnah habis-habisan, kami hilangkan biodatanya," katanya.
Salah satunya, Ustaz Yahya Waloni mengatakan dirinya pernah menghilangkan biodata dan memfitnah dua pendeta di Aceh yang memutuskan pindah Islam.
Ustaz Yahya Waloni mengakui dirinya memang tak akan berhenti menyebar fitnah soal pendeta yang mualaf selama orang tersebut belum meninggal dunia.
"Sampai pendeta itu bunuh diri, baru kamu berhenti. Tapi saya nggak mungkin bunuh diri," tutur Ustaz Yahya Waloni.
Kejadian itu lantas menjadi pelajaran berharga bagi Ustaz Yahya Waloni. Bahkan setelah itu akhirnya malah menjadi mualaf.
Editor : Uways Alqadrie