Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Elon Musk Dukung Usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Dimakzulkan, Digantikan Wapres JD Vance

Uways Alqadrie • Minggu, 8 Juni 2025 | 18:23 WIB
Elon Musk dan Donald Trump
Elon Musk dan Donald Trump

KALTIMPOST.ID, WASHINGTON- Perseteruan Presiden Amerika Serikat dengan Elon Musk semakin terbuka. Terbaru, pemilik Tesla tersebut menyetujui usulan agar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dimakzulkan dan menggantikan Wakil Presiden JD Vance. 

Perseteruan terbuka ini bermula dari kritik keras Musk terhadap One Big Beautiful Bill Act, rencana undang-undang Andalan Trump yang diperkirakan akan menambah defisit anggaran hingga 3 triliun dolar AS (Rp 48,825 triliun) dalam satu dekade mendatang. 

Ketegangan memuncak pada Kamis (5/6/2025), ketika Musk mengumumkan unggahan komentator konservatori Ian Miles Cheong.

Baca Juga: LHKPN Deddy Corbuzier Hampir Rp1 Triliun, Didominasi Surat Berharga dan Harta Bergerak Bernilai ratusan Miliar

Menurutku Elon. Trump seharusnya dimakzulkan lalu menggantikan JD Vance," tulis Cheong di media sosial. Musk membalas singkat unggahan tersebut dengan mengatakan, "Ya," seolah mengisyaratkan bahwa bos Tesla itu mendukung pemakzulan Trump.

Dinamika hubungan Trump dan Musk Baru beberapa bulan lalu, hubungan Trump dan Musk tampak “mesra”. Pada bulan Februari, Musk bahkan menyebut, “Saya sangat menyukai Donald Trump.”  

Trump bahkan membuat acara perpisahan di Gedung Putih saat Musk mengundurkan diri sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). Dalam pertemuan tersebut, Musk juga diberi kunci emas simbolis sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam mereformasi birokrasi pemerintah AS melalui DOGE. 

Baca Juga: Yahya Waloni Meninggal Dunia: Saat di Penjara Selama 5 Bulan, Sering Mendapat Gangguan Mistis

Trump sempat bercanda bahwa Musk "tidak benar-benar pergi" dan akan terus memberikan nasihat dalam menjalankan pemerintahan. Namun, situasi berubah drastis. Pada hari Selasa, Musk menyebut RUU Andalan Trump sebagai “kekejian” dan durasi agar parlemen tidak meloloskan RUU tersebut. 

Ketika Trump membalas dengan menyebut Musk gila dan menuduhnya tidak setia, Musk menulis, "Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilu. Demokrat akan menguasai DPR dan Senat akan 51-49. Begitu tidak tahu terima kasih." 

Ketegangan dua tokoh ini semakin meningkat ketika Trump mengancam akan mencabut subsidi pemerintah untuk perusahaan-perusahaan milik Musk.  

Baca Juga: Mobil Ustaz Yahya Waloni Pernah Dibakar, Berkah Mualaf Majelis Taklim di Kampung Halaman Ikut Berkembang

Sebagai balasannya, Musk menyatakan akan segera menarik pesawatnya yang digunakan oleh AS untuk mengirim manusia ke luar angkasa. RUU One Big Beautiful Bill Act sendiri sedang diupayakan untuk disahkan sebelum 4 Juli, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.

Sementara itu, hingga Jumat pagi waktu setempat, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Presiden JD Vance. 

Editor : Uways Alqadrie
#Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump #mobil tesla #elon musk