Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Buktikan Dunia Sastra Tinggi Peminat, DSBK XVI Jadi Magnet Sastrawan

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 9 Juni 2025 | 15:35 WIB
Syafril Teha Noer - Ketua Umum DKD Kaltim.
Syafril Teha Noer - Ketua Umum DKD Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Anggapan bahwa minat terhadap sastra itu rendah tampaknya bakal terpatahkan di Samarinda. Pasalnya, perhelatan akbar Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) XVI di Bumi Etam pada 2025 mendatang banjir peminat.

Lebih dari 300 pendaftar membanjiri meja panitia, jauh di luar dugaan. Sampai deadline pendaftaran, ada lebih dari 300 pendaftar. Panitia telah menyeleksi ketat 200 peserta karena memang keterbatasan.

"Tingginya minat itu, agaknya kembali memupus kecemasan bahwa minat terhadap sastra itu rendah. Terbukti minat terhadap DSBK tinggi," beber Ketua Panitia DSBK XVI 2025 Syafril Teha Noer.

Para peserta yang lolos seleksi berasal dari berbagai penjuru, menunjukkan gaung DSBK yang melampaui batas. Delegasi "jiran" datang dari lembaga-lembaga bergengsi seperti GAPENA Malaysia, ASTERAWANI Brunei Darussalam, PUTERA Sarawak, PEKASA Sarawak, BAHASA Sabah, PERWILA Labuan, dan IPS Sabah.

Sementara dari Indonesia, tak hanya provinsi-provinsi di Kalimantan, tetapi juga Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Yogyakarta ikut mengirimkan perwakilan terbaik mereka.

DSBK XVI di Samarinda bukan hanya sekadar seminar belaka. Agenda yang dirancang sungguh kaya dan beragam, menjanjikan pengalaman sastra yang lebih mendalam dan interaktif.

"DSBK XVI bukan sekadar seminar. Agendanya termasuk muhibah budaya ke Tenggarong, penerbitan dan peluncuran antologi sastra, pameran buku, dan parade sastra," lanjut Syafril yang juga dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim itu.

Pada malam pembukaan yakni 17 Juni nanti, akan ditandai dengan peluncuran dua buku. Dua karya penting akan diluncurkan pada malam pembukaan yakni Jejak Perigi di Tanah Melayu, sebuah buku kumpulan puisi dari 150-an penyair yang terpilih.

“Serta buku Perbincangan yang berisi makalah dari para pembentang kertas kerja (narasumber) dan sumbangan makalah lain," ungkap Wakil Sekretaris Panitia DSBK XVI Aminudin Rifai.

Tak berhenti di situ, forum dua tahunan tersebut juga akan menjadi momen penting untuk menyusun rekomendasi tematik guna pemerkasaan sastra di Borneo-Kalimantan. Juga akan menjadi ajang penunjukan tuan rumah DSBK XVII untuk periode berikutnya pada tahun 2027.

Dengan antusiasme peserta yang membludak dan agenda yang padat, DSBK XVI di Samarinda dipastikan akan menjadi perhelatan sastra yang tak hanya sukses secara jumlah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sastra dan budaya di kawasan Borneo-Kalimantan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bumi etam #Dialog Serantau Borneo Kalimantan #peminat #sastra #pendaftar #kaltim #samarinda