TEHERAN – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman keras kepada Iran pada Sabtu (14/6). Ia menyatakan bahwa Teheran akan hangus terbakar jika Iran terus melancarkan serangan rudal ke wilayah sipil Israel.
"Pemimpin diktator Iran sedang menjadikan warganya sebagai sandera. Jika Ayatollah Ali Khamenei tetap menyerang wilayah sipil Israel, maka warga Teheran akan menanggung akibatnya," kata Katz.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Israel meluncurkan serangan besar yang diklaim Iran menghantam fasilitas nuklir, menewaskan sejumlah komandan senior, dan menyebabkan puluhan warga sipil meninggal.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Israel, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Iran juga memperingatkan negara-negara Barat—termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis—agar tidak ikut campur.
Jika mereka membantu Israel, maka pangkalan dan kapal militer mereka di kawasan akan menjadi target serangan, demikian laporan media pemerintah Iran.
Serangan Langsung Pertama Skala Besar
Konflik ini menjadi bentrokan langsung pertama berskala besar antara Israel dan Iran setelah puluhan tahun permusuhan lewat perang proxy.
Situasi memanas sejak Israel melancarkan serangan kejutan pada Jumat dini hari (13/6), hanya beberapa hari sebelum dijadwalkan putaran keenam pembicaraan nuklir antara Iran dan AS di Oman.
Serangan Israel—bernama sandi “Rising Lion”—menewaskan perwira tertinggi militer Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, serta kepala Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, bersama beberapa jenderal lainnya.
Militer Israel menyatakan telah menghancurkan puluhan peluncur rudal dan sistem pertahanan udara di sekitar Teheran. “Jalan menuju Iran telah terbuka,” kata kepala staf militer dan komandan angkatan udara Israel.
Jet-jet tempur Israel dilaporkan siap kembali menghantam sasaran di ibu kota Iran.
Ratusan Korban dan Kerusakan Meluas
Duta Besar Iran untuk PBB mengungkapkan bahwa 78 orang tewas dan 320 lainnya terluka akibat serangan pertama Israel pada 13 Juni.
Sementara itu, Iran mengklaim berhasil menyerang puluhan target militer Israel, termasuk kawasan Tel Aviv dan Ramat Gan.
Ledakan besar terdengar sepanjang malam, dengan sebagian besar warga Israel berlindung di tempat penampungan bom.
Gambar dari kota Ramat Gan menunjukkan gedung-gedung yang hancur, kendaraan terbakar, dan puing-puing berserakan. Dua orang tewas dan 19 lainnya luka-luka dalam serangan rudal di wilayah pesisir Israel pada Sabtu (14/6).
Seorang warga Tel Aviv, Chen Gabizon, mengatakan dirinya langsung lari ke tempat perlindungan bawah tanah setelah alarm berbunyi. "Beberapa menit kemudian terdengar ledakan besar, semuanya bergetar, asap dan debu di mana-mana," ujarnya.
Ketegangan Regional dan Seruan Internasional
Di Teheran, ledakan dan asap tebal terlihat membumbung dari Bandara Mehrabad. Iran mengaktifkan seluruh sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan Israel. Beberapa warga Iran turun ke jalan menyambut aksi militer negaranya sambil mengibarkan bendera nasional dan meneriakkan slogan anti-Israel.
Sejumlah negara seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah sempat menutup ruang udara mereka, namun kembali membukanya pada Sabtu pagi. Iran masih menutup wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan kedua pihak segera menghentikan eskalasi. "Sudah cukup. Waktunya berhenti. Perdamaian dan diplomasi harus menang," ujarnya lewat media sosial X.
Paus Leo XIV turut menyuarakan keprihatinan, meminta Israel dan Iran menunjukkan "tanggung jawab dan akal sehat".(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko