Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Setelah Tutup Imbas Kebakaran, BIGmall Samarinda Beroperasi Terbatas, Warga Masih Khawatir

Eko Pralistio • Senin, 16 Juni 2025 | 13:26 WIB
BERTAHAP: Suasana BIGmall Samarinda pasc-hampir dua pekan tutup karena imbas kebakaran. (EKO PRALISTIO/KP)
BERTAHAP: Suasana BIGmall Samarinda pasc-hampir dua pekan tutup karena imbas kebakaran. (EKO PRALISTIO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Setelah dua pekan tutup pasca-insiden kebakaran, BIGmall Samarinda kembali dibuka secara bertahap. Mal terbesar di Kaltim
itu sempat lumpuh sejak Selasa (3/6) lalu, ketika kobaran api melalap sejumlah tenant di lantai atrium, dan menyebabkan belasan orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap.

Namun, operasional BIGmall saat ini masih terbatas. Manajemen hanya membuka area di lantai lower ground (LG) dan ground floor (GF), sementara lantai upper ground (UG) dan lantai atasnya masih ditutup untuk pemulihan.

Baca Juga: Wujud Polri Melayani, Sidokkes Polres PPU Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Pengemudi Ojol

Pantauan media ini, Senin (16/6), sekitar pukul 11.00 Wita, warga Samarinda mulai mendatangi pusat perbelanjaan yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Tepian.

Adel (20), warga Jalan Damanhuri senang dengan dibukanya kembali BIGmall. Baginya, mal itu menjadi salah satu pilihan utama untuk mengisi waktu luang warga Samarinda.

"Pertama kali saya ke sini setelah kebakaran. Sebelumnya memang jarang ke sini, karena jarak rumah saya jauh. Tapi BIGmall memang jadi tempat wisata buat warga Samarinda," ujar Adel.

Baca Juga: Lampu Lalu Lintas Padam Berbulan-bulan di Penajam, GRIB Jaya PPU Galang Koin untuk Perbaikan

Namun, Adel berharap manajemen lebih memperhatikan sistem keamanan, terutama sistem proteksi kebakaran, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi ke depannya.

"Untuk manajemen ke depannya harus lebih waspada. Saya sempat dengar, saat kebakaran kemarin ada alat proteksi yang tidak berfungsi," ungkapnya.

Menurut Adel, sistem proteksi kebakaran sangat penting, mengingat luasnya area BIGmall yang rentan mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

"Itu salah satu kecerobohan manajemen juga sih ya. Harapannya, ke depan hal seperti ini lebih diperhatikan. Karena alat proteksi itu jadi antisipasi utama. Apalagi mall sebesar ini, kalau ada api bisa cepat menyebar," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#samarinda #kebakaran #bigmal samarinda