KALTIMPOST.ID, TEHERAN- Konflik Israel dan Iran telah memasuki hari keempat, dengan kedua belah pihak memperluas serangan mereka. Terbaru, Iran menyerang kilang minyak Israel dan merusak sebagian jaringan listrik . Di Israel, ledakan terlihat banyak tempat dan bangunan warga sipil banyak yang terkena dampak.
Perang telah mengakibatkan ketakutan di kalangan warga sipil. ketakutan dan meningkatnya jumlah korban tewas: Korban terus bertambah.
Laporan terbaru menyebutkan, di Israel 24 orang tewas sejak perang dimulai. Di Iran, 224 orang tewas. Penduduk Teheran berusaha melarikan diri dari ibu kota untuk mencari tempat yang aman.
Sementara itu, dua pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa Presiden Donald Trump menolak rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah laporan tentang rencana tersebut.
Operasi Israel terhadap Iran diperkirakan akan berlangsung "beberapa minggu, bukan beberapa hari" dan terus berlanjut dengan persetujuan implisit AS, menurut pejabat Gedung Putih dan Israel. Trump mengakui bahwa keterlibatan AS dalam konflik tersebut merupakan suatu kemungkinan.
Kembali Lancarkan Serangan Rudal
Iran kembali melancarkan rentetan serangan rudal terhadap wilayah Israel. Teheran menyebut ratusan rudal ditembakkan ke target-target strategis dan sensitif di Tel Aviv dan kota pelabuhan Haifa pada Senin (16/6) dini hari waktu setempat.
Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam pernyataannya, seperti dilansir media Iran, Press TV, Senin (16/6/2025), menyebut ratusan rudal itu ditembakkan ke Israel pada pukul 04.50 waktu setempat.
IRGC mengatakan bahwa serangan rudal itu merupakan serangan ke-8 yang dilancarkan Teheran terhadap Tel Aviv sejak Jumat (13/6) lalu, dalam serangan balasan yang disebut sebagai "Operation True Promise III".
Menurut IRGC, serangan terbaru Iran itu secara khusus menargetkan sistem komando dan kendali Israel dengan menggunakan taktik canggih dan kemampuan teknologi intelijen yang ditingkatkan, yang mereka sebut didukung oleh "warisan dan upaya para komandan yang gugur".
Editor : Uways Alqadrie