Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dana Riset Rp 1,8 Triliun Meluncur, Wamen Stella Targetkan Hilirisasi Skala Nasional

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 17 Juni 2025 | 19:28 WIB
SINERGI: Wamen Stella saat jadi narasumber di Unmul. Bicarakan sinergi akademik dan industri, serta kemajuan riset. (Foto: Roro)
SINERGI: Wamen Stella saat jadi narasumber di Unmul. Bicarakan sinergi akademik dan industri, serta kemajuan riset. (Foto: Roro)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sinergi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan bangsa. Hal itu ditekankan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, dalam sebuah diskusi di Universitas Mulawarman, Senin (17/6).

Menurutnya, kedua sektor tersebut saling membutuhkan dan akan berkelanjutan, namun perlu ada jembatan yang mempertemukan. "Tanpa suatu saat pun, tanpa ada program-program khusus, ini akan bertemu (akademik dan industri) karena saling membutuhkan dan itu akan menjadi suatu yang berkelanjutan," ujar Stella.

Dia mengakui, saat ini industri mungkin belum mengetahui siapa yang bisa menyelesaikan masalah mereka, begitu pula peneliti belum mengetahui siapa yang membutuhkan solusi. "Itulah yang kami fasilitasi agar itu bisa berkelanjutan," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga membawa kabar gembira terkait peningkatan dana riset. Selain alokasi dari APBN yang naik 100 persen menjadi Rp1,47 triliun, Kemendikti Saintek baru saja menandatangani kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk dana riset tambahan sebesar Rp1,8 triliun.

Total dana riset tersebut diharapkan mampu mendorong kemajuan riset dan pengabdian kepada masyarakat. "Yang sangat penting sekali adalah kita ingin membuat skala besar dari riset-riset yang ada," jelas ilmuwan kognitif tersebut.

Dia menyoroti banyaknya prototipe riset yang dihasilkan di perguruan tinggi, termasuk di Universitas Mulawarman. Namun belum banyak yang dimanfaatkan industri dalam skala besar. "Sehingga itulah yang harus kita lakukan, mempertemukan dan juga bisa membesarkan skalanya," tegasnya.

Untuk mendukung upaya hilirisasi ini, pihaknya bahkan memiliki Direktorat khusus, yakni Direktorat Kemitraan dan Hilirisasi. Peningkatan dana riset juga bertujuan mendorong 'open science', yaitu pemberian peluang sebesar-besarnya bagi riset, namun tetap secara strategis. 

Menekankan bahwa riset-riset ini akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nasional yang telah ditetapkan Presiden, ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, dan ketahanan air. "Semuanya ini tidak bisa terjadi tanpa riset yang distrategiskan, dikhususkan untuk semuanya," tegasnya.

Dana dari LPDP akan difokuskan untuk riset-riset di bidang tersebut, misalnya riset ketahanan pangan yang spesifik untuk daerah tertentu, atau riset tentang ketahanan energi. Poin krusial ketiga dari peningkatan dana adalah pemberian insentif langsung kepada para peneliti.

"Ini suatu perubahan yang besar, dan ini perlu dilakukan," ujarnya. Dengan adanya insentif, diharapkan peneliti semakin termotivasi dan mampu bersaing secara sehat, demi penguatan peran perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan industri saat ini.

Editor : Uways Alqadrie
#Disdikbud Kaltim #Stella Christie #Kementerian Diktisaintek #Politani Samarinda