Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Warga PPU dan Kaltim Bisa Dapat 26 Bibit Tanaman Gratis dari Persemaian Mentawir, Cukup Bawa KTP!

Ari Arief • Rabu, 18 Juni 2025 | 16:26 WIB
PERSEMAIAN MENTAWIR: Jokowi saat masih jadi presiden, berada di Pusat Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, PPU. Kini, ribuan bibit yang ada dibagikan gratis kepada warga yang berminat.
PERSEMAIAN MENTAWIR: Jokowi saat masih jadi presiden, berada di Pusat Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, PPU. Kini, ribuan bibit yang ada dibagikan gratis kepada warga yang berminat.

KALTIMPOST.ID, Ini kesempatan untuk warga di Penajam Paser Utara (PPU), khususnya, dan Kaltim pada umumnya, yang berminat mendapatkan bibit tanaman buah, kayu-kayuan maupun tanaman hias, gratis.

Caranya cukup mudah. Warga yang ingin mendapatkan bibit tersebut gratis cukup dengan mendatangi Pusat Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, PPU, dan meninggalkan identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP).

Helena Lin Legi, pegawai di lingkungan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara dalam beberapa hari ini mengumumkan pemberian bibit gratis itu melalui video yang diunggap pada media sosial (medsos) Facebook.

Dia mengatakan, warga yang ingin mendapatkan bibit gratis cukup hanya dengan meninggalkan KTP.

“Tiap warga bisa mendapatkan 26 bibit gratis,” kata Helena Lin Legi. “Bibit gratis itu berupa buah-buahan, kayu dan tanaman hias,” tambahnya.

Saat dihubungi media ini, Rabu (18/6), Helena Lin Legi mengatakan, Persemaian Mentawir ini diresmikan Presiden Joko Widodo.

“Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi bagian persemaian Mentawir,” kata Helena Lin Legi sembari memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Namun, nomor dan nama bagian persemaian Dicky tidak memberi respons terhadap konfirmasi harian ini baik melalui pesan WhatsApp (WA) maupun telepon.

Terkait persemaian itu, Jokowi mengatakan, dalam rangka menghijaukan kembali IKN, serta wilayah Kaltim dan sekitarnya, diperlukan persemaian yang besar.

Karena itu, hal pertama yang Jokowi perintahkan dalam membangun IKN kepada Menteri LHK adalah membangun persemaian.

“Dalam rangka rehabilitasi hutan itu bisa kita kerjakan kalau kita memiliki persemaian besar," kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Persemaian Mentawir di Kabupaten PPU, Selasa (4/6/2024).

Jokowi mengungkapkan kegembiraannya bahwa Persemaian Mentawir yang memiliki kapasitas hingga 15 juta bibit tanaman per tahun ini selesai dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Dengan kapasitas yang besar, Persemaian Mentawir berperan penting untuk merehabilitasi hutan dan mereklamasi bekas tambang.

"Pohon-pohon endemik, tanaman-tanaman endemik yang ada di Kalimantan, semuanya ada di Persemaian Mentawir ini baik meranti, kapur, tengkawang, ulin, bangkirai, dan juga ada bibit jambu-jambuan yang akan ditanam di beberapa titik untuk makanan satwa, makanan burung, sehingga muncul kembali satwa-satwa yang dulunya sudah berkurang atau enggak ada menjadi ada," tambah Presiden Jokowi.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa pembangunan pusat plasma nutfah di dalam Persemaian Mentawir menandai langkah maju dalam konservasi keanekaragaman hayati.

Biobank dan seed bank yang dibangun di persemaian tersebut akan menyimpan bibit-bibit tanaman penting seperti shorea dan dryobalanops, yang makin sulit ditemukan di alam liar.

"Dan juga sperma satwa-satwa yang mulai sudah sangat berkurang juga sudah ada yang nantinya bisa dipakai untuk bayi tabung, hewan-hewan yang sudah tidak ada," jelasnya.

Kemudian, Jokowi pun menegaskan bahwa peresmian Persemaian Mentawir bukan hanya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap rehabilitasi lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, persemaian-persemaian lainnya di berbagai wilayah di Indonesia, juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini menjadi sebuah komitmen terhadap global mengenai perubahan iklim yang telah kita tanda tangani," tuturnya.

Dalam laporannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan peresmian Pusat Persemaian Skala Besar Mentawir merupakan bagian dari acara Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni.

Rangkaian kegiatan HLH 2024 berlangsung sejak tanggal 5 Mei hingga 5 Juli 2024.

Peringatan tahun ini mengambil tema: Land Restoration, Desertification and Drought Resilience

"Tema ini secara substansial sangat relevan dengan kehadiran pusat persemaian, sebagai titik awal kegiatan rehabilitasi dengan penanaman yaitu bibit," ujarnya.

Hadirnya pusat persemaian skala besar Mentawir ini, sebagaimana arahan Presiden Jokowi ditujukan untuk pemenuhan penyediaan bibit-bibit berkualitas, guna mencukupi program Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan dampak nyata secara ekologis, ekonomis, dan sosial.

"Persemaian Mentawir ini menjadi salah satu pendukung kunci bagi upaya mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai smart forest city," ujar Menteri Siti.

Pusat Persemaian Mentawir mencakup total area 120 hektar, dengan 30 hektar digunakan sebagai pusat produksi bibit dan 90 hektar antara lain disiapkan untuk Pusat Plasma Nutfah Nasional yang sedang dalam pekerjaan konstruksi.

Persemaian Mentawir dimulai kontruksinya pada akhir 2022 dan selesai pada Desember 2023 dengan kapasitas produksi bibit sebanyak 15 juta pertahun.

Sampai saat ini telah diproduksi sekitar 8 juta bibit dan telah didistribusikan sekitar 4,9 juta bibit. Jenis bibit yang diproduksi antara jenis tanaman kayu-kayuan endemik, tanaman HHBK, tanaman estetika, dan tanaman pakan satwa.

Bibit dari Persemaian Mentawir telah dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah IKN, penanganan lahan kritis, rawan bencana, dan pemulihan ekosistem di wilayah Kalimantan Timur, serta berbagai kegiatan penghijauan lingkungan oleh masyarakat di sekitar IKN.

"Sebagaimana komitmen global yang selalu disampaikan Yth Bapak Presiden RI pada berbagai forum Internasional, Indonesia melalui Yth Bapak Presiden telah memberikan contoh aksi nyata (leading by example) dengan kebijakan dan implementasi untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Dan Persemaian Skala Besar ini adalah salah satu contoh wujud konkretnya," ujar Menteri Siti.

Editor : Hernawati
#bibit tanaman #jokowi #OIKN #Mentawir