KALTIMPOST.ID, Perang antara Iran dan Israel telah memasuki hari ketujuh. Perang antara kedua negara ini semakin memanas.
Dari informasi yang terbaru, Iran baru-baru ini menembakkan rudalnya kembali ke wilayah Israel.
Serangan rudal tersebut berhasil menghantam Rumah Sakit Soroka, salah satu rumah sakit trauma utama. Fasilitas kesehatan yang terletak di Beer Sheva (Bersyeba), Israel sisi selatan.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan structural yang signifikan dan memaksa evakuasi pasien.
Rumah Sakit Soroka selain merawat warga sipil, juga dikenal merawat tentara yang terluka di Palestina, Gaza.
Dalam laporan terbaru Al Arabiya, setidaknya ada 26 orang yang menjadi korban. Tim medis pun mengevakuasi 26 orang tersebut ke rumah sakit bagian tengah Israel usai serangan rudal.
Para korban dibawa ke pusat medis Wolfson, Beilinson, Sheba, dan Ichilov.
Menurut pejabat rumah sakit, dua orang dalam kondisi serius, satu dalam kondisi sedang, dan sisanya mengalami luka ringan akibat ledakan dan pecahan peluru.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu merespons serangan tersebut. Metanyahu murka dan mengatakan bahwa Teheran adalah diktator.
Netanyahu menyebut Iran akan membayar mahal atas serangan yang telah dilakukan.
“Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang mahal,” ucapnya.
Adapun Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengutuk serangan Iran. Ia menyebutnya sebagai serangan terang-terangan.
Editor : Hernawati