Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gratispol Pendidikan Pemprov Kaltim: Besaran Bantuan UKT Berdasarkan Fakultas dan Perguruan Tinggi

Uways Alqadrie • Sabtu, 21 Juni 2025 | 07:29 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya untuk memastikan program Gratispol berjalan akuntabel, transparan, dan menyasar penerima manfaat yang tepat.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah, menyampaikan Pemprov Kaltim memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) rata-rata sebesar Rp 5 juta per mahasiswa.

“Rata-rata UKT di perguruan tinggi seperti Universitas Mulawarman dan UINSI berada di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Maka jika UKT-nya berada pada kisaran tersebut, mahasiswa tidak perlu membayar sepeser pun,” jelas Dasmiah saat menjadi pembicara pada Bakohumas Kaltim 2025, di Hotel Gran Senyiur, Kamis (19/6/2025).

Namun, untuk program studi dengan UKT yang lebih tinggi, seperti Farmasi atau Kedokteran, bantuan yang diberikan juga menyesuaikan. UKT untuk Farmasi sebesar Rp 7,5 juta, sementara Kedokteran Rp 15 juta. Untuk wawasan dunia, S2 sebesar Rp 9 juta, dan S3 hingga Rp 15 juta per semester.

Menurutnya, Program Gratispol mencakup biaya pendidikan, S1 hingga 8 semester, S2 hingga 4 semester dan S3 hingga 6 semester.

Mulai tahun 2026, seluruh mahasiswa, baik baru maupun lama, akan mendapatkan bantuan UKT di semester 2 hingga 8. Sementara semester 1 sudah lebih dulu ditanggung di awal.

Teken Perjanjian Kerjasama dengan Tujuh PTN

Pemprov Kaltim sudah meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kaltim. Sebanyak 16.823 ribu mahasiswa baru dipastikan bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Dalam perjanjian, ketujuh PTN sepakat tidak lagi melakukan pemungutan UKT kepada mahasiswa baru, kecuali jika jumlah UKT melebihi ambang batas bantuan. 

Sebagai contoh, jika bantuan dari Pemprov sebesar Rp 7,5 juta, dan UKT mahasiswa mencapai Rp 8 juta, maka selisih Rp 500 ribu akan menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah menyampaikan bahwa dari total 53 perguruan tinggi (PTN dan PTS) yang menandatangani MoU pada Launching Program Gratispol 21 April lalu, saat ini baru tujuh PTN yang melanjutkan ke tahap PKS karena telah memenuhi syarat kelengkapan data mahasiswa baru. 

"Artinya memang realisasi program pendidikan gratis ini sudah sangat cepat. Proses kita dari Februari, hanya tiga bulan kita sudah melakukan PKS," ujar Dasmiah. 

Program bantuan pendidikan tinggi merupakan bagian dari kebijakan besar bertajuk Gratispol, yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama menuju Generasi Emas Kaltim. 

Kolaborasi strategis antara pemerintah, kampus, dan masyarakat ini diyakini akan memperkuat daya saing Kaltim di kancah nasional dan global.

Tujuh perguruan tinggi negeri yang sudah menekan PKS yakni:

• Universitas Mulawarman (Unmul): 7.714 mahasiswa

•UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI): 2.225 mahasiswa

•Politeknik Negeri Samarinda (POLNES): 2.122 mahasiswa

•Poltekkes Kemenkes Kaltim: 997 mahasiswa

•Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani): 465 mahasiswa

•Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba): 1.020 mahasiswa

•Institut Teknologi Kalimantan (ITK): 2.280 mahasiswa

Editor : Uways Alqadrie
#Gratispol pendidikan Pemprov Kaltim #pemprov kaltim #UINSI Samarinda #gratis ukt #Universitas Mulawarman #Poltekba Balikpapan