Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Juliana, Pendaki Asal Brasil Terjatuh di Gunung Rinjani: Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya, Ini Kondisi Terakhirnya

Uways Alqadrie • Selasa, 24 Juni 2025 | 09:59 WIB
Juliana, pendaki gunung asal Brasil terjatuh di kawasan Gunung Rinjani, Nusa tenggara Barat. Tim SAR gabungan terus belum berupaya mengevakuasi korban. (FOTO: IST)
Juliana, pendaki gunung asal Brasil terjatuh di kawasan Gunung Rinjani, Nusa tenggara Barat. Tim SAR gabungan terus belum berupaya mengevakuasi korban. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, LOMBOK TIMUR — Tim pencarian dan penyelamatan gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya Juliana (27), pendaki asal Brasil yang dilaporkan terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani. 

Titik jatuh teridentifikasi berada di sekitar Cemara Nunggal, sebuah jalur menuju puncak Rinjani.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa keberadaan korban terdeteksi pada Senin (23/6/2025) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari lokasi awal dugaan jatuh.

“Korban teridentifikasi oleh tim melalui pantauan drone thermal. Saat ditemukan, tidak terlihat adanya gerakan dari tubuh korban,” ujar Hariyadi dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa (24/6/2025).

Juliana dilaporkan terjatuh pada Sabtu pagi (21/6/2025), sekitar pukul 06.30 WITA, saat sedang mendaki menuju puncak Gunung Rinjani. Kondisi geografis yang curam dan berkabut menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

“Medan di sekitar lokasi sangat ekstrem dan tertutup kabut tebal, yang cukup menyulitkan tim kami,” tambah Hariyadi.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, termasuk personel dari Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, Emergency Medical and Health Center (EMHC), pemadam kebakaran, relawan, porter lokal, serta pihak lainnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, turut memberi perhatian serius terhadap peristiwa ini. Dalam rapat koordinasi virtual yang digelar pada Senin (23/6/2025), ia menekankan pentingnya percepatan proses evakuasi.

“Saya minta semua pihak bergerak cepat. Dalam situasi seperti ini, waktu adalah faktor krusial. Kemampuan bertahan seseorang di alam bebas tanpa logistik hanya sekitar 72 jam,” tegas Gubernur Iqbal.

Hingga kini, tim masih terus berupaya mengevakuasi Juliana dari lokasi jatuh yang berada di kedalaman ratusan meter. Operasi penyelamatan terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang sulit.

Editor : Uways Alqadrie
#gunung rinjani #Juliana #nusa tenggara barat #lombok timur