KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Destinasi wisata keluarga Naureen Mini Garden (NMG) Samarinda terus berinovasi untuk menarik pengunjung. Sejak awal tahun, pengelola membuka spot berbayar terbaru, berupa taman dan jembatan foto estetik yang memanjakan pengunjung dengan latar pemandangan.
“Kalau tiket masuk itu Rp 10 ribu, yang spot baru ini ada biaya lagi Rp 5 ribu sudah bisa foto-foto sepuasnya. Ini juga lagi dalam tahap untuk semakin dipercantik lagi. Tapi alhamdulillah antusias pengunjung sudah lumayan tinggi,” ujar Resti Amalia, pemilik Naureen Mini Garden.
Di area seluas setengah hektare, NMG juga mengandalkan mini zoo yang kini menambah koleksi satwa. Selain burung hantu dan landak mini, kini ada ball python yang jinak dan bisa diajak berfoto, tentunya dengan pengawasan petugas.
Tepat di sebelah mini zoo, tersedia zona edukatif dan kreatif untuk anak-anak, seperti mewarnai karakter lucu dari bahan gypsum, tabungan karakter mini, serta media styrofoam. “Ternyata anak-anak senang sekali. Sambil nunggu misal mama-nya terapi atau yang lain istirahat, mereka asyik mewarnai,” jelas Resti.
Aktivitas mewarnai ditawarkan mulai Rp 15-20 ribu per anak, dan menjadi salah satu favorit. Selain itu, ada juga penjualan aksesori seperti bando, gantungan kunci, dan mainan. Diakui, jika spot tersebut lah yang paling dipadati oleh anak-anak.
Tak hanya itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan program edukatif bertajuk "Ilmuwan Cilik", di mana anak-anak bisa melakukan eksperimen sederhana. Salah satu yang sudah pernah dicoba adalah eksperimen minuman kesehatan dari bunga telang untuk siswa SD kelas atas.
Diakui Resti, NMG masih menjadi langganan kunjungan sekolah, terutama dari kelompok TK dan SD kelas awal. “Biasanya kalau kunjungan sekolah, ada harga khusus dan paket kegiatan seperti membatik sapu tangan juga tersedia,” lanjutnya.
Resti juga mencatat bahwa meski tahun ini terjadi penurunan pengunjung dibandingkan tahun lalu akibat kondisi ekonomi, namun antusiasme tetap terjaga. Dibandingkan momen libur sekolah tahun lalu, memang terasa perbedaannya. Sedikit menurun.
“Kalau kata teman sesama destinasi sih memang agak sepi, tapi Alhamdulillah di tempat saya masih ada saja yang datang. Masih ketutup lah biaya operasional. Bahkan rombongan dari Balikpapan naik bus besar juga pernah mampir baru-baru ini,” tambahnya.
Menurutnya, kemungkinan sebagian masyarakat kini memilih berlibur ke luar negeri. Namun, wisata edukatif berbasis lokal seperti NMG masih punya pasar tersendiri, terutama bagi orang tua dan guru yang ingin anak-anak mendapat pengalaman belajar sambil bermain. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo