Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dari Edi ke Aulia, Dimulainya Babak Penyempurnaan Kukar Idaman

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Senin, 30 Juni 2025 | 06:05 WIB

KALTIMPOST.ID, Suati sore di Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), anak-anak tampak riang bersepeda melintasi sebuah jembatan baru yang kokoh berdiri di atas aliran sungai. Jembatan itu, yang kini mereka sebut sebagai "Jembatan Idaman", adalah salah satu dari sekian banyak jembatan yang dibangun selama masa kepemimpinan Edi Damansyah.

Tak hanya menghubungkan dua sisi daratan, tapi menjadi simbol dari ikhtiar besar membuka isolasi wilayah-wilayah pedalaman Kukar. Bersama ratusan kilometer jalan produksi dan penghubung antar kecamatan yang dibuka, infrastruktur itu memperkuat konektivitas di kabupaten yang secara geografis luas dan menantang, menjadikan aksesibilitas bukan lagi kemewahan bagi segelintir wilayah, melainkan hak dasar yang makin merata.

Pembangunan demi pembangunan itu tak lahir dari kebetulan. Di baliknya, berdiri sosok pemimpin yang menjadikan pemerataan sebagai pijakan utama dalam memimpin. Nama pemimpin itu: Edi Damansyah. Sejak dilantik sebagai Bupati Kutai Kartanegara pada 2019, dan melanjutkan kepemimpinan hingga 2025, ia membawa satu visi besar: "Kukar Idaman"—akronim dari Inovatif, Daya Saing, dan Mandiri.

Di bawah panji itulah, ribuan kilometer jalan dibuka, ribuan warga miskin dipulihkan martabatnya, dan ribuan harapan dibangkitkan di desa-desa yang sebelumnya terlewatkan pembangunan.

Dari Janji Menjadi Jejak

Visi Kukar Idaman tidak berhenti sebagai jargon kampanye. Edi menyusun 23 Program Dedikasi Kukar Idaman, semacam peta jalan lintas sektor yang menyentuh pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, infrastruktur, hingga reformasi pemerintahan. Yang menarik, setiap program dirancang bukan dari atas meja, tapi dari hasil menyimak suara warga, dari RT hingga kelompok tani di pinggiran kabupaten.

Ia kerap hadir tanpa pengawalan ketat di balai desa, menanyakan langsung apa yang paling dibutuhkan. Dari sanalah kebijakan Rp50 juta per RT lahir. Tiap rukun tetangga diberi anggaran untuk membangun apa yang mereka anggap penting—pos ronda, saluran air, atau tempat ibadah. Warga bermusyawarah, bergotong royong, dan akhirnya merasa ikut membangun Kukar.

Semangat memberdayakan masyarakat dari akar rumput itu juga tercermin dalam komitmen membangun kualitas sumber daya manusia. Dari pinggiran Kukar hingga ke kota, ribuan anak muda bisa meraih pendidikan tinggi berkat Beasiswa Kukar Idaman.

Tetapi beasiswa itu bukan sekadar uang kuliah. Ada harapan yang ditanamkan: setelah lulus, mereka kembali membangun tanah kelahiran. Hingga 2024, lebih dari 6.000 penerima manfaat telah menyebar ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Di sektor kesehatan, perubahan terjadi pelan tapi pasti. Di posyandu-posyandu kecil, ibu-ibu kini lebih rajin datang karena ada makanan tambahan dan edukasi. Prevalensi stunting yang dulu berada di angka 27 persen berhasil ditekan hingga 14 persen. Bukan kerja satu dinas, tapi kerja bersama lintas sektor, dari sanitasi hingga penyuluhan keluarga.

Komitmen pada pembangunan manusia ini juga mencakup bidang keagamaan dan sosial. Melalui Program Kukar Berkah, revitalisasi rumah ibadah digencarkan di berbagai pelosok desa.

Program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) didorong untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat memahami isi kitab suci. Program 1 Desa 1 Hafidz Quran dan Da’i Masuk Desa menghadirkan pendakwah dan penghafal Qur’an yang menetap dan membina langsung kehidupan spiritual warga.

Bahkan pondok pesantren turut diperkuat dengan Program Bantuan Rp100 juta per pesantren untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan. Upaya ini membuktikan bahwa pembangunan spiritual dan sosial menjadi bagian utuh dari visi Kukar Idaman.

Dari Laut dan Ladang, Ekonomi Rakyat Mulai Bangkit

Edi tahu, Kukar tidak bisa terus-menerus bergantung pada tambang. Ia mulai menghidupkan potensi lain: laut dan ladang. Lewat program pemberdayaan nelayan dan petani, bantuan alat tangkap, traktor, pupuk, dan benih disalurkan ke tangan-tangan yang benar-benar bekerja. Hingga 25.000 nelayan dan pembudidaya merasakan langsung manfaatnya.

UMKM juga mendapat perhatian khusus. Lewat Kredit Kukar Idaman, pelaku usaha kecil bisa meminjam hingga puluhan juta tanpa bunga. Bebas dari rentenir, bebas dari tekanan. Festival-festival budaya kembali digelar, memberi ruang bagi ekonomi kreatif tumbuh, terutama bagi kaum muda.

Hasilnya mulai terlihat. Pengangguran turun di bawah 4 persen. PDRB per kapita melesat di atas Rp322 juta. Tapi yang lebih penting: ekonomi tidak lagi milik segelintir orang, melainkan mulai menyentuh petani, nelayan, pengrajin, dan pelaku usaha kecil.

Kemajuan di bidang ekonomi tak bisa dilepaskan dari peningkatan akses terhadap infrastruktur dasar—termasuk listrik, air bersih, dan jalan penghubung. Salah satu contoh nyata dapat dilihat di Desa Enggelam.

Wilayah yang sebelumnya hanya menikmati listrik enam jam sehari itu kini terang sepanjang hari, berkat program Terang Kampungku yang menghadirkan panel surya komunal sebagai solusi energi mandiri. Di sana, warga tak hanya menikmati hasil, tetapi juga turut mengelola, belajar menjaga sistem energi mereka sendiri dan menjadikan listrik sebagai alat kemajuan bersama.

Infrastruktur dibangun bukan untuk serapan anggaran, tapi untuk menjawab kebutuhan. Ratusan kilometer jalan produksi dibuka, belasan jembatan baru dibangun, dan akses air bersih menjangkau desa-desa yang sebelumnya bergantung pada air sungai keruh.

Pemerintahan yang Mendengar dan Melayani

Pelayanan publik pun tak luput dari sentuhan. Melalui Program DiSAPA, warga kini bisa mengakses 19 layanan digital dari rumah. Disdukcapil Kukar menjadi salah satu instansi dengan pelayanan terbaik di Kaltim. Transparansi bukan hanya slogan—anggaran dibuka, informasi dibagikan, dan masyarakat dilibatkan.

Kemiskinan ekstrem yang sempat menyentuh ribuan jiwa, berhasil ditekan hingga nol persen pada 2024. Angka itu bukan sekadar data. Ia mencerminkan rumah-rumah yang tidak lagi gelap di malam hari, anak-anak yang bisa sarapan sebelum sekolah, dan keluarga yang punya harapan.

Pencapaian itu menjadi fondasi penting untuk langkah strategis selanjutnya. Edi menyadari bahwa Kukar tidak bisa berdiri sendiri dalam pusaran transformasi nasional. Ia menyiapkan kabupaten ini untuk berperan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. Kawasan pertanian terpadu dibangun, pendidikan vokasi difokuskan ke bidang strategis, dan infrastruktur konektivitas diperkuat.

Ia tidak membangun untuk dirinya, tapi untuk Kukar yang lebih siap menghadapi masa depan. Dan seperti halnya setiap perjalanan yang memiliki titik awal dan akhir, kepemimpinan Edi pun mencapai ujungnya. Di tengah geliat pembangunan yang ia wariskan, ia memilih sebuah momen keagamaan yang syahdu untuk menyampaikan pesan terakhirnya sebagai kepala daerah.

Saat memberikan sambutan pemerintah daerah sebelum pelaksanaan Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Jumat (6/6/2025), Edi menyampaikan secara terbuka pamit purna tugas sebagai Bupati Kutai Kartanegara.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak atas kebersamaan dan kerja bersama selama saya menjalankan amanah memimpin Kutai Kartanegara ini.

Tentu saja, selama menjalankan amanah ini, terdapat kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, saya atas nama pribadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap lapisan masyarakat Kutai Kartanegara,” ucap Edi di hadapan ribuan jamaah.

Ucapan itu bukan hanya penutup dari sebuah masa jabatan, tapi juga cermin dari gaya kepemimpinan yang senantiasa merangkul, memohon maaf dengan tulus, dan berpamitan dengan kepala tegak serta hati yang lapang.

Estafet Kepemimpinan, Standar Baru

Tongkat estafet kini berpindah. Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara periode 2025–2030 pada Senin, 23 Juni 2025. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2429 Tahun 2025.

Dalam pernyataannya, Aulia menegaskan bahwa kepemimpinan mereka tidak akan terjebak pada simbolisme 100 hari kerja. Visi-misi yang diusung adalah kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun.

"Kami pastikan, Insya Allah sebelum 100 hari kerja masyarakat Kukar akan merasakan manfaat dari Kukar Idaman Terbaik. Karena setelah retreat ini kami akan langsung kerja. Dan kami berterima kasih kepada masyarakat Kukar yang percaya dengan kami melanjutkan Kukar Idaman," ujar Aulia.

Masyarakat Kukar telah mengenal standar baru dalam pelayanan, pemerataan pembangunan, dan kepemimpinan yang berpihak. Mereka tak akan mudah puas. Warisan Edi Damansyah telah menetapkan tolok ukur yang tinggi—sebuah tantangan sekaligus kesempatan bagi pemimpin baru.

Estafet kepemimpinan kepada Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin bukan hanya soal pergantian nama dan wajah, tetapi tentang melanjutkan visi besar yang telah ditanamkan. Dengan narasi Kukar Idaman Terbaik yang mereka usung, Aulia dan Rendi memikul harapan besar agar warisan Edi tak sekadar dilestarikan, tetapi juga ditingkatkan sesuai tantangan zaman. (adv)

Transformasi Kukar di Era Edi Damansyah

Membangun dari pinggiran, menjangkau yang terlewatkan. Selama enam tahun memimpin, Edi Damansyah membawa visi Kukar Idaman: Inovatif, Daya Saing, Mandiri. Berikut capaian kunci lintas sektor yang mengubah wajah Kabupaten Kutai Kartanegara.

1. Infrastruktur Konektivitas
1.388 km jalan dalam kondisi mantap.
19 jembatan baru dibangun.
Memperkuat akses ke wilayah terisolasi dan kawasan pertanian.

2. Pembangunan SDM dan Pendidikan
6.000+ penerima Beasiswa Kukar Idaman.
Mendukung kuliah hingga selesai di seluruh Indonesia.
Rp50 juta/RT untuk musyawarah pembangunan langsung di tingkat warga.

3. Kesehatan dan Gizi
Stunting turun dari 27% → 14% (2024).
Melalui posyandu aktif, edukasi, dan makanan tambahan.

4. Listrik dan Akses Dasar
Program Terang Kampungku
17 Desa tanpa aliran listrik kini menyala 24 jam
Akses air bersih menjangkau desa yang sebelumnya bergantung air keruh

5. Sosial dan Keagamaan
1000+ rumah ibadah direvitalisasi melalui Kukar Berkah.
Program 1 Desa 1 Hafidz & Da’i Masuk Desa.
Rp100 juta/pesantren untuk peningkatan sarana pendidikan keagamaan.

6. Ekonomi Rakyat
25.000 nelayan dan pembudidaya terbantu alat, benih, dan akses.
Kredit Kukar Idaman: pinjaman tanpa bunga untuk UMKM.
Ekonomi rakyat tumbuh, bebas dari jerat rentenir.

7. Hasil Akhir (2024)
Pengangguran: <4%.
PDRB per kapita: Rp 325 juta+.
Kemiskinan ekstrem: 0%.

(*) Transformasi ini adalah hasil kerja kolektif, visi berjangka panjang, dan komitmen menjadikan pembangunan bukan hak eksklusif kota, melainkan milik seluruh warga Kukar.

 

 

Editor : Muhammad Rizki
#Aulia Rahman Basri #kukar #kutai kartanegara #Pilkada Kukar #kukar idaman #Edi Damansyah