KALTIMPOST.ID, SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons cepat insiden perusakan sebuah rumah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.
Ia langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan situasi di lapangan tetap kondusif. Rumah yang menjadi sasaran amukan massa diketahui milik seorang warga bernama Maria Veronica Nina.
Dalam kunjungannya, Dedi menegaskan bahwa bangunan yang dirusak warga bukanlah tempat ibadah, melainkan rumah tinggal pribadi. Ia juga menyampaikan komitmen untuk membantu pemulihan fisik dan psikologis keluarga korban.
Sebagai bentuk kepedulian, Dedi menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki rumah tersebut. Tak hanya itu, ia juga berencana mengirimkan tenaga kesehatan jiwa untuk membantu pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak dalam keluarga tersebut.
"Psikiater akan dikirim untuk mendampingi ibu Nina dan keluarganya, agar trauma bisa segera ditangani," ujarnya.
Meski telah memberikan bantuan, Dedi menegaskan bahwa proses penegakan hukum tetap menjadi kewenangan aparat kepolisian. Ia meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara objektif dan profesional.
Dalam dialog bersama warga setempat, Dedi mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai toleransi dan memperkuat kebersamaan antarwarga. Ia menekankan pentingnya merawat kerukunan dalam keberagaman.
Pemilik rumah, Maria Veronica Nina, berharap insiden ini menjadi titik balik untuk membangun kembali hubungan antarwarga yang lebih harmonis. Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali hidup rukun dalam semangat kebhinekaan.
Sebelumnya, video perusakan rumah yang digunakan sebagai lokasi retret pelajar Kristen viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sekelompok warga menyerbu dan merusak fasilitas di dalam rumah yang berlokasi di Kampung Tangkil RT 04/01. Polisi saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut.
Editor : Uways Alqadrie