Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya dari Makkah, Kamis (3/7). Ia menyebut Presiden telah mendapat laporan awal dari Tanah Air terkait kecelakaan laut yang menimpa kapal penyeberangan tersebut.
“Begitu mendapatkan informasi, Presiden langsung memerintahkan Basarnas dan seluruh instansi terkait untuk melakukan operasi tanggap darurat secepat mungkin demi menyelamatkan penumpang dan awak kapal,” ujar Teddy.
Kecelakaan Diduga Akibat Cuaca Buruk
KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, pada Rabu malam, sebelum mengalami kecelakaan yang diduga akibat kondisi cuaca buruk di tengah laut.
Menurut data dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, kapal tersebut membawa 53 penumpang dan 12 kru kapal. Sebanyak empat orang berhasil selamat, sementara 61 lainnya masih dinyatakan hilang.
“Empat penumpang ditemukan selamat di Perairan Cekik, Bali, sekitar pukul 05.15 WITA, Kamis pagi,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Keempat korban yang selamat adalah Saroji (47), Mansur (40), dan Romi Alga Hidayat, ketiganya berasal dari Blimbingsari, Banyuwangi, serta Sandi (44) dari Genteng, Banyuwangi. Mereka berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan kini tengah dimintai keterangan oleh petugas di Kantor BPTD Gilimanuk.
Basarnas Kerahkan Kapal SAR dari Surabaya
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Untuk memperkuat upaya tersebut, pihaknya telah mengerahkan kapal penyelamat dari Surabaya.
“Kami mengirim KN SAR 249 Permadi dengan 13 kru dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak, Kamis pagi, untuk bergabung dalam pencarian di Selat Bali,” ujarnya.
Baca Juga: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali: Nama Kapten dan Spesifikasi Kapal
Operasi gabungan kini difokuskan pada area koordinat terakhir kapal sebelum tenggelam. Hingga kini, tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih berupaya keras mengevakuasi korban lainnya.
Editor : Uways Alqadrie