Harapannya keterlibatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bisa menjadi problem solver. Terutama sebagai motor penggerak berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja.
“Setiap 10.000 hektar kebun sawit di area Kalimantan ini setidaknya butuh 1.000 tenaga kerja,” kata Rudy saat menghadiri rakor pengendalian karhutla yang digelar GAPKI, Jumat (4/7).
Catatan Pemprov Kaltim, luas kebun sawit kurang lebih 3 juta hektar di Bumi Etam. Sedangkan total yang berproduksi 1.480.000 hektare di seluruh Kaltim.
Menurutnya ini memberikan angin segar bahwa kelapa sawit juga memberikan dampak positif. Pihaknya siap berkolaborasi mendukung investasi di bidang perkebunan sawit.
“Kami bangga sekali dengan kegiatan kebun sawit walau memang ada dampak negatifnya. Tapi banyak dampak positif,” sebutnya.
Salah satu peluang bagaimana kelapa sawit bisa menjadi swasembada energi Indonesia. Ini bisa terjadi jika perusahaan bisa memanfaatkan momentum tersebut.
“Saya mencatat hari ini kebutuhan biofuel kurang lebih sekitar 40 persen. Mungkin ke depan bisa 50 persen hingga 100 persen,” ujarnya.
Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar bagi GAPKI. “Seperti ketahanan energi dan juga ketahanan pangan. Insyaallah bisa swasembada energi,” imbuhnya.
Maka dia mendorong perusahaan bisa semaksimal mungkin. Meski di Kaltim memiliki tantangan area tersendiri. "Khususnya sebagian besar lahan kelapa sawit merupakan lahan gambut," tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie