Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ketakutan Akibat Komik Bikin Jepang Rugi Besar di Sektor Wisata

Dwi Puspitarini • Minggu, 6 Juli 2025 | 08:32 WIB

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

KALTIMPOST.ID, Di tengah rekor kunjungan wisatawan pada April 2025, Jepang justru mengalami penurunan tajam pada bulan berikutnya.

Wisatawan dari Hong Kong, yang biasanya mendominasi, tercatat turun hingga 11% dibandingkan tahun lalu.

Bahkan, beberapa maskapai seperti Greater Bay Airlines dan Hong Kong Airlines memutuskan membatalkan penerbangan ke Jepang karena permintaan anjlok.

Semuanya bermula dari manga The Future I Saw karya Ryo Tatsuki, yang pertama kali terbit pada 1999 dan kembali viral setelah dirilis ulang pada 2021.

Dalam komik itu, sang penulis menggambarkan mimpi-mimpi tentang bencana besar, termasuk gempa dan tsunami yang disebut-sebut akan terjadi pada Juli 2025.

Kebetulan, prediksi dalam edisi lama komik ini juga pernah “tepat” dengan bencana tsunami dan nuklir Fukushima pada Maret 2011.

 Baca Juga: Mengapa Petugas Imigrasi Jeddah Sampai Panik saat Melihat Limbad? Ini Ceritanya!

Rumor soal “ramalan” bencana besar pada 5 Juli 2025 menyebar luas di media sosial, terutama di Hong Kong dan Taiwan.

Banyak wisatawan yang akhirnya membatalkan atau menunda perjalanan ke Jepang karena takut ramalan itu jadi kenyataan.

“Rumor memiliki dampak yang signifikan,” ujar Steve Huen, Direktur EGL Tours di Hong Kong.

Ia mengaku bisnis wisatanya ke Jepang turun hingga 50%, dan hanya bisa bertahan berkat diskon serta asuransi gempa yang ditawarkan ke pelanggan.

Seorang warga Hong Kong, Branden Choi, mengaku biasanya rutin ke Jepang, tapi kini memilih menunda perjalanan.

“Jika memungkinkan, saya mungkin akan menunda perjalanan saya dan pergi setelah bulan September,” katanya.

 Baca Juga: Ramalan Gempa di Manga Ini Bikin Wisatawan Panik, Maskapai Batalkan Penerbangan ke Jepang

Efek domino dari kepanikan ini sangat nyata. Maskapai-maskapai seperti Greater Bay Airlines dan Hong Kong Airlines membatalkan seluruh penerbangan ke beberapa kota di Jepang, seperti Tokushima, Kagoshima, dan Kumamoto, untuk Juli dan Agustus.

Penurunan pemesanan dari Hong Kong bahkan mencapai 83%, Taiwan 70%, Korea Selatan 65%, dan negara Asia Tenggara lain sekitar 50%.

Agen perjalanan di Asia melaporkan gelombang pembatalan grup wisata, sementara hotel-hotel di Jepang bagian selatan mengalami penurunan tamu secara drastis.

Industri lokal yang sangat bergantung pada wisatawan musim panas pun ikut terpukul.

Di tengah kepanikan, Ryo Tatsuki, sang penulis manga, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan peramal dan cerita dalam komiknya hanyalah fiksi, bukan ramalan masa depan.

“Saya bukan seorang nabi,” tegas Tatsuki melalui pernyataan resmi penerbitnya.

 Baca Juga: Gaya Keren Bocah Pacu Jalur Riau Jadi Ikon “Aura Farming”, Bikin PSG dan AC Milan Ikut Tren

Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga membantah keras adanya hubungan antara ramalan komik dan gempa bumi yang terjadi di Jepang.

“Itu hanya kebetulan belaka, tak ada hubungan sebab-akibat sama sekali,” kata pejabat JMA, Ayataka Ebita.

Ia menegaskan bahwa teknologi saat ini belum mampu memprediksi kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi secara spesifik.

“Gempa dapat terjadi kapanpun di Jepang. Tolong selalu siaga,” tambahnya.

Para ahli seismologi dari Universitas Tokyo juga menegaskan bahwa tidak ada metode ilmiah yang bisa memprediksi gempa secara tepat, apalagi berdasarkan narasi fiksi.

Menjelang 5 Juli 2025, memang terjadi serangkaian gempa kecil hingga sedang di gugus Kepulauan Tokara, barat daya Jepang.

Namun, para ahli menegaskan bahwa aktivitas seismik di wilayah ini adalah hal biasa dan tidak ada kaitannya dengan prediksi komik.

Sejak 21 Juni, lebih dari 1.300 gempa kecil tercatat di wilayah tersebut, dan puluhan warga sempat dievakuasi dari Pulau Akuseki. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#jepang #gempa bumi #ramalan gempa #The Future I Saw #5 Juli #komik #pariwisata