Dalam video yang ramai dibagikan, Dhika terlihat lincah dan percaya diri menari di ujung perahu yang melaju cepat menyusuri Sungai Batang Kuantan. Gaya khasnya saat menjaga keseimbangan perahu sambil terus menari, menuai pujian dan kekaguman dari warganet.
Tarian Dhika tidak hanya menyedot perhatian publik, tetapi juga memicu tren baru di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Fenomena ini dikenal sebagai “aura farming”.
Istilah kekinian yang menggambarkan aksi penuh percaya diri dan pesona seolah seseorang sedang "memanen" karismanya. Konsep ini mengadopsi istilah dalam dunia gim, di mana pemain berulang kali melakukan aksi demi mencapai tujuan tertentu.
Tak butuh waktu lama, gaya khas Dhika ini bahkan ditiru sejumlah tokoh dunia. Nama-nama seperti pesepak bola Achraf Hakimi dan maskot klub AC Milan turut menirukan gaya menarinya dalam berbagai unggahan media sosial.
Sejak usia 9 tahun, Dhika sudah rutin tampil sebagai Togak Luan, penari di bagian depan perahu jalur. Peran ini tak sekadar menari, tapi juga menjaga keseimbangan perahu dan memberi semangat kepada para pendayung.
Bakat menarinya merupakan warisan keluarga—ayahnya, Jufriono, adalah mantan atlet Pacu Jalur, sementara pamannya juga dikenal sebagai pelaut jalur berpengalaman.
Saat ini Dhika duduk di kelas V SD Negeri 013 Pintu Gobang Kari. Di luar dunia Pacu Jalur, ia adalah anak yang aktif bermain di sungai bersama teman-temannya.
Puncak pengakuan terhadap prestasinya datang pada 8 Juli 2025. Gubernur Riau, Abdul Wahid, secara resmi mengangkat Dhika sebagai Duta Wisata Riau.
Sementara itu, dari Kementerian Kebudayaan, ia menerima beasiswa pendidikan sebesar Rp20 juta sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya melestarikan budaya lokal.
Tradisi Pacu Jalur sendiri telah ada sejak abad ke-17 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Kabupaten Kuantan Singingi.
Dahulu digunakan sebagai alat transportasi sungai, kini Pacu Jalur berkembang menjadi ajang lomba dayung yang menyatukan masyarakat dan menjadi simbol identitas budaya daerah.
Melalui sosok Rayyan Arkan Dhika, masyarakat kini kembali diingatkan akan kekayaan tradisi Pacu Jalur. Ia bukan hanya menari di atas perahu—ia membawa nama daerahnya melaju ke panggung dunia.
Editor : Uways Alqadrie