KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Masalah kekurangan tenaga pengajar masih terjadi di Balikpapan. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir terus dibangun unit sekolah baru. Secara otomatis butuh tambahan guru.
Contohnya yang terbaru SMP 27 dan SMP 28 yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026. Setiap sekolah membuka empat rombongan belajar (rombel).
Sementara ini, guru yang mengajar masih berstatus diperbantukan dari sekolah lain. SMP 27 diisi dengan 9 guru untuk mengajar 128 siswa.
Artinya belum ada formasi guru dengan penempatan tetap di sekolah tersebut. Melainkan mengandalkan bantuan guru dari SMP 1, SMP 2, SMP 12, SMP 6, dan SMP 21.
Jumlah tenaga pengajar yang ada saat ini masih kurang. Setidaknya siswa memiliki 10 mata pelajaran (mapel). Akhirnya ada guru yang mengajar dua mapel seperti mapel PJOK dan TIK.
Mengatasi masalah ini, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, pihaknya siap mencari solusi secepatnya. “Karena ini memang kekurangan tentu kita harus cari dan buka tambahan,” ucapnya.
Nantinya ada tambahan guru melalui pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Dia menuturkan, saat ini untuk PPPK tahap kedua masih dalam proses.
“Opsi lainnya bisa dari guru swasta yang kita rekrut,” katanya kepada Kaltim Post, Selasa (15/7). Rahmad menjelaskan, upaya lain juga masih berproses untuk menambah tenaga bantuan.
Tepatnya melalui Disdikbud Balikpapan yang sedang berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta. “Ini terkait perekrutan yang dijadikan tenaga bantuan guru,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo