Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Viral Nenek Fatimah Menangis Tersedu-sedu Dibuang Empat Anaknya: “Ya Allah, Ampuni Anak-anakku”

Uways Alqadrie • Rabu, 16 Juli 2025 | 20:41 WIB

Nenek Fatimah digendong petugas menuju ambulans sebelum dibawa ke panti jompo Griya Lansia Khusnul Khatimah, Malang. (FOTO: IST)
Nenek Fatimah digendong petugas menuju ambulans sebelum dibawa ke panti jompo Griya Lansia Khusnul Khatimah, Malang. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, MALANG — Kisah haru datang dari seorang lansia bernama Fatimah yang kini tinggal di Griya Lansia Khusnul Khatimah, Malang. Nenek berusia lanjut ini viral di media sosial setelah diketahui dititipkan ke panti jompo oleh keempat anak kandungnya.

Kisah Fatimah pertama kali diungkap oleh pengelola yayasan, Arief Camra, melalui akun media sosial pribadinya. Ia membagikan video saat menjemput Fatimah dari kediaman salah satu anaknya di Surabaya, pada Selasa (15/7/2025). 

Malam harinya, Fatimah dibawa ke Malang dengan ambulans untuk dirawat di panti lansia.

Setibanya di panti, Fatimah langsung mendapat perawatan awal oleh tim perawat, mulai dari pembersihan diri hingga pemotongan rambut dan pemberian pakaian bersih. Setelah beristirahat, Fatimah mulai mengikuti kegiatan ibadah subuh berjamaah bersama penghuni lain.

Namun, di tengah dzikir pagi, Fatimah tampak menangis tersedu. Ia mengaku baru benar-benar menyadari bahwa dirinya kini telah ditinggalkan oleh anak-anak yang dibesarkannya. Tangisan dan doa lirihnya pun menjadi sorotan warganet.

"Beliau merasa sangat terpukul karena merasa tak diinginkan oleh anak-anaknya," ujar Arief.

Meski begitu, suasana duka Fatimah tidak bertahan lama. Dalam waktu singkat, ia mulai berbaur dan beraktivitas bersama lansia lainnya. Fatimah bahkan terlihat tersenyum saat mengikuti senam pagi, dan akrab dengan penghuni lain.

“Beliau kini punya teman-teman baru dan tampak lebih ceria. Ini jadi semangat baru bagi Mbah Fatimah,” tambah Arief.

Sebelum Fatimah dipindahkan ke panti, Arief sempat bertanya kepada salah satu anaknya, Lukman, soal alasan di balik keputusan tersebut. Lukman mengaku ia dan saudara-saudaranya tidak sanggup merawat sang ibu karena keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal.

“Kondisi saya juga sedang susah. Kakak perempuan saya tinggal di luar Jawa, jadi tidak bisa ikut merawat,” ungkap Lukman.

Kisah Fatimah pun mengundang empati publik dan memicu diskusi luas mengenai peran keluarga dalam merawat orang tua di masa senja mereka. 

Yayasan Griya Lansia pun berharap kisah ini menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya kasih sayang dan tanggung jawab antaranggota keluarga.

Editor : Uways Alqadrie
#kisah haru #anak buang ibu ke panti jompo #nenek fatimah #Panti Jompo Griya Lansia Malang