KALTIMPOST.ID-Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) telah meninjau proyek pembangunan penahan abrasi di Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, Selasa (15/7).
Usai itu, dia pun menyempatkan diri mengunjungi salah satu destinasi wisata unggulan yang dimiliki Berau yakni Labuan Cermin.
Terletak di tengah hamparan hutan tropis dan perbukitan yang asri, Labuan Cermin kembali memukau sang gubernur.
Dengan air sebening kaca dan fenomena unik berupa dua lapisan air tawar di permukaan dan asin di dasar Labuan Cermin tidak hanya menjadi magnet wisatawan. Tetapi juga simbol kekayaan hayati Kaltim yang perlu dijaga.
Harum menikmati suasana dan panorama alami yang disuguhkan Labuan Cermin. Dia didampingi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan jajaran pejabat Pemprov Kaltim.
Dalam kunjungan tersebut, Harum menyampaikan kekagumannya terhadap potensi pariwisata yang belum sepenuhnya terekspos itu.
“Destinasi wisata ini sangat luar biasa. Itu baru benar-benar yang namanya world-class, kelas dunia,” ujar Harum.
Dia menilai, meski Berau sudah dikenal dengan pesona Maratua, Kakaban, dan Derawan, namun Labuan Cermin tak kalah menawan.
Justru, menurutnya, destinasi itu menawarkan pengalaman yang unik dan sangat berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan Kaltim, bahkan Indonesia.
Lebih lanjut, Harum menegaskan pengembangan pariwisata bahari. Khususnya di Berau, telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim.
Komitmen itu, kata dia, harus diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“Kami dari Pemprov Kaltim bersama jajaran Pemkab Berau, termasuk Ibu Bupati Sri Juniarsih, akan membenahi seluruh sarana dan prasarana. Termasuk transportasi dan akomodasi. Homestay, restoran, hingga fasilitas penunjang lainnya akan kami siapkan,” tambahnya.
Harum menyoroti pentingnya penyediaan penginapan khas seperti vila atau saung-saung yang menyatu dengan alam. Agar wisatawan bisa merasakan pengalaman menginap yang tak terlupakan.
Dari sisi infrastruktur, Gubernur menilai akses darat menuju Labuan Cermin sudah sangat memadai. Begitu pula dengan ketersediaan jaringan internet.
Menurutnya, tinggal dilakukan pemantapan dan promosi yang lebih masif agar destinasi itu dikenal luas. Baik oleh wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara.
“Sekarang tinggal bagaimana kita mempromosikan destinasi itu agar wisatawan dari seluruh dunia bisa datang dan menikmati keindahan Labuan Cermin,” tutupnya. (rey/pt/rd)
Editor : Romdani.