Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mereka Disangka Suci, Kini Puluhan Biksu Thailand Terlibat Skandal yang Memalukan

Dwi Puspitarini • Minggu, 20 Juli 2025 | 13:04 WIB

 

Ilustrasi biksu di Thailand.
Ilustrasi biksu di Thailand.

KALTIMPOST.ID, Sebuah skandal besar baru saja mengguncang dunia keagamaan di Thailand. Seorang perempuan bernama Wilawan Emsawat, dikenal dengan panggilan Miss Golf, berhasil memperdaya dan memeras setidaknya sembilan biksu senior, termasuk kepala biara ternama.

Bagaimana modusnya? Perempuan itu menjalin hubungan intim, diam-diam merekam setiap aksi, lalu menuntut uang tutup mulut dalam jumlah fantastis, total hingga 385 juta baht dalam tiga tahun terakhir.

"Saya sudah tidak lagi sedekat dulu dengan agama. Saya juga tidak sepenuhnya menghormatinya seperti sebelumnya," ujar Mongkol Sudathip, seorang pengemudi ojek di Bangkok, mengungkap rasa kecewanya kepada AFP yang dikutip dari Kompas.com.

Polisi yang menggeledah rumah Miss Golf menemukan lebih dari 80.000 foto dan video yang dijadikan senjata pemerasan. 

Kasus ini terkuak saat seorang kepala biara tiba-tiba meninggalkan kuil setelah terjebak skema pemerasan.

Beberapa biksu mengaku diminta uang hingga jutaan baht, bahkan salah satu biksu dituntut tunjangan anak oleh Miss Golf, yang mengaku hamil dari hubungan tersebut.

 Baca Juga: Profil Pangeran Alwaleed, 20 Tahun Hanya Terbaring, Sleeping Prince Ini Akhirnya Menyerah

Dana Biara Disalahgunakan

Dana pemerasan yang dibayarkan kepada Miss Golf mayoritas berasal dari sumbangan biara, uang yang semestinya digunakan untuk amal dan kegiatan spiritual.

Bahkan laporan menyebut, dalam satu hari, dana biara pernah dipakai berbelanja hingga 90.000 dolar AS. 

Skandal ini menciptakan amarah besar di masyarakat, terutama karena para biksu biasanya dihormati sebagai pemuka spiritual dan teladan moralitas.

Sebagai dampak langsung, Raja Maha Vajiralongkorn membatalkan undangan ulang tahunnya untuk lebih dari 80 biksu.

Dalam pernyataannya, Raja menegaskan alasan pembatalan adalah “perilaku tidak pantas yang menyebabkan tekanan mental di tengah masyarakat Thailand”. 

Kepolisian Nasional pun membentuk satuan tugas baru khusus menyelidiki tingkah laku para biksu.

 Baca Juga: Pangeran Alwaleed Wafat Usai 20 Tahun Koma, Kisah Pilu Sang Ayah yang Tak Pernah Menyerah

"Kasus ini tidak mencerminkan ajaran agama Buddha secara keseluruhan. Ini adalah persoalan yang melibatkan beberapa individu yang menyimpang," tegas Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kitrat Panphet.

Seorang biksu Thailand harus menaati 227 aturan ketat, termasuk larangan bersentuhan dengan perempuan hingga tidak menerima barang langsung dari tangan perempuan.

Namun di lapangan, kebiasaan baru muncul, biksu mendapatkan pemasukan lain dari ceramah atau acara pemberkatan, membawa mereka ke zona abu-abu antara iman dan kekayaan.

Kini masyarakat mulai mempertanyakan ke mana larinya dana sumbangan mereka.

Jumlah orang yang ingin menjadi biksu juga menurun drastis. Di salah satu kuil terbesar Bangkok, hanya 26 orang yang ditahbiskan tahun ini, turun jauh dibanding sebelum pandemi.

“Masyarakat kini mempertanyakan apakah sumbangan yang mereka berikan digunakan untuk tujuan spiritual atau justru memenuhi keinginan pribadi para biksu,” ujar cendekiawan agama Buddha, Danai Preechapermprasit. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#MISS GOLF #biksu #pemerasan #Wilawan Amsawat #video seks biksu #Skandal SEKS biksu Thailand #skandal seks #buddha