Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan hukum atas dirinya dan bayi yang sedang dikandungnya.
Melalui pernyataan di kanal komunikasi pribadinya, Erika menjelaskan bahwa laporan hukum sudah diajukan sejak awal kehamilan. Namun, prosesnya sempat tertunda karena kondisi fisik dan mentalnya yang tidak stabil.
"Dari awal aku sudah minta perlindungan hukum, tapi karena aku harus bolak-balik rumah sakit, prosesnya berjalan bertahap," ujar Erika.
Erika mengaku sempat mengalami tekanan dari DJ Panda maupun penggemarnya usai kehamilannya terungkap ke publik. Ia menyebut keputusan untuk membuat laporan polisi merupakan langkah tegas demi keselamatan pribadi.
Meski tidak merinci isi laporan, Erika menegaskan bahwa proses hukum masih berlangsung dan kini ditangani pihak berwenang.
“Aku memang nggak update apa-apa ke publik, tapi semua sudah aku serahkan ke polisi,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam sebuah podcast, Erika sempat menceritakan dampak psikologis yang dirasakannya sejak hubungan dengan DJ Panda berakhir.
Terlebih, kehamilan yang ia jalani tanpa kehadiran pasangan membuatnya harus kuat secara mental di tengah tekanan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, DJ Panda diketahui telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial kepada Erika dan pasangannya saat ini, DJ Bravy. Meski demikian, Erika memilih tetap menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara resmi.
Editor : Uways Alqadrie