Bentrokan antara dua kelompok massa mengakibatkan sembilan orang terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Menurut Direktur RS Siaga Medika Pemalang, dr. Ofi Dwiantoro, delapan dari sembilan korban mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan. Sementara satu pasien yang berinisial S (43), warga Wonosobo, menderita cedera berat di kepala dan dirawat intensif.
“Pasien kritis mengalami penurunan kesadaran dengan sembilan luka di kepala akibat benda tumpul. Tidak ada luka senjata tajam,” jelas dr. Ofi saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).
Korban lainnya juga dirawat di RSI Al Ikhlas Pemalang, dengan dua pasien tercatat—satu di antaranya harus dirawat inap.
Bentrokan pecah sekitar pukul 22.30 WIB saat sekelompok massa mencoba menerobos lokasi pengajian yang digelar Front Persatuan Islam (FPI).
Aksi penolakan terhadap kehadiran Habib Rizieq diduga menjadi pemicu keributan. Meski sempat dihalau aparat, sebagian massa berhasil masuk melalui jalur alternatif dan terjadi saling lempar batu serta baku hantam.
Ahmad (50), warga setempat yang menyaksikan kejadian, menyebut kericuhan berlangsung sekitar 10 menit namun situasinya mencekam.
“Kelompok berbaju putih mengejar kelompok satunya. Lempar-lemparan batu, kejar-kejaran,” ujarnya.
Polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Sejumlah aparat juga mengalami luka ringan saat menghalau massa.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan jumlah korban masih dalam pendataan. “Ada yang melaporkan lima korban, ada pula yang menyebut hingga 13. Data pastinya sedang kami verifikasi,” ucapnya.
Pihak kepolisian masih menyelidiki pemicu pasti insiden ini serta keterlibatan masing-masing pihak dalam bentrokan.
Editor : Uways Alqadrie