Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Usai Cekik Dua Anak Kandung hingga Tewas, Pria di Samarinda Akan Diperiksa Kondisi Kejiwaannya

Uways Alqadrie • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:17 WIB

TKP jalan rimbawan nenek korban yang mengalami luka parah (foto kiri). Nenek korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. (Foto tangkapan layar)
TKP jalan rimbawan nenek korban yang mengalami luka parah (foto kiri). Nenek korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. (Foto tangkapan layar)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Warga di Jalan Rimbawan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, digegerkan aksi kekerasan dalam rumah tangga yang merenggut nyawa dua balita berumur 3 dan 2 tahun.

Peristiwa terjadi Jumat sore, 25 Juli 2025. Pelaku diduga adalah ayah kandung mereka sendiri, seorang pria berinisial WA.

Pihak kepolisian memastikan akan melakukan otopsi dua balita yang tewas secara tragis di Samarinda guna mengetahui penyebab pasti kematian. 

Sementara itu, ayah kandung mereka yang diduga sebagai pelaku akan menjalani observasi di rumah sakit jiwa untuk memastikan kondisi kejiwaannya sebelum proses hukum dilanjutkan.

Polsek Sungai Kunjang membenarkan bahwa kedua anak meninggal dunia diduga karena tindakan cekikan yang dilakukan oleh pelaku. Seorang lansia yang merupakan nenek korban juga mengalami luka akibat upaya menghentikan pelaku.

“Informasi awal, keduanya meninggal akibat dicekik. Namun kami tetap akan lakukan otopsi untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, AKP Agung Sibiyantoro, Jumat malam.

Setelah diamankan, pelaku akan dibawa ke rumah sakit jiwa guna menjalani pemeriksaan psikologis. Polisi menduga adanya indikasi gangguan kejiwaan, namun masih menunggu hasil observasi medis.

“Langkah berikutnya, pelaku akan kami bawa ke RSJ untuk observasi, guna memastikan apakah ada gangguan mental,” jelas Agung.

Polisi hingga kini belum dapat menyusun kronologi rinci karena kondisi keluarga korban yang masih terpukul. Ibu dari dua balita tersebut dikabarkan dalam keadaan drop dan belum bisa dimintai keterangan.

"Informasi yang kami peroleh masih simpang siur. Kami akan menunggu sampai pihak keluarga siap memberikan keterangan," tutup Agung.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam keluarga yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda kekerasan di lingkungan terdekat.

Editor : Uways Alqadrie
#Kriminal Samarinda #karanganyar #Polresta Samarinda #ayah bunuh 2 anak