Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Takut Tertipu WO? Ini Tips Aman dan Rekomendasi dari yang Sudah Berpengalaman!

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 27 Juli 2025 | 08:10 WIB

 

PASAR: Saat ini, mulai banyak calon pengantin yang memilih jasa WO untuk kelancaran acara. Memilih yang benar amanah dan tawarkan paket all-in.
PASAR: Saat ini, mulai banyak calon pengantin yang memilih jasa WO untuk kelancaran acara. Memilih yang benar amanah dan tawarkan paket all-in.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dunia pernikahan terus mengalami transformasi, tak hanya dari segi tampilan dan konsep, tapi juga pola pikir pasangan muda yang kini semakin open minded. Hal itu dirasakan langsung oleh Aulia Rahman, Owner dari Ceria Organizer, event dan wedding organizer yang berbasis di Samarinsa, sudah berdiri sejak 2015.

Dia menyebut, sejak pandemi, bisnis wedding organizer (WO) justru membuka peluang lebih besar ketimbang event organizer (EO) yang menjadi lini awal usahanya.

"Awalnya kami bentuk lembaga hukum sejak 2015 untuk EO. Tapi pandemi justru jadi titik balik, karena saat itu setiap pasangan yang ingin menikah wajib didampingi oleh WO. Dari situ kami mulai fokus dan Ceria Organizer juga menjadi WO sejak 2021," terang Aulia.

Seiring berjalannya waktu, permintaan pun melonjak tajam. Bahkan kini, Ceria bisa menangani hingga tiga pernikahan dalam satu hari. Mereka memiliki 30 hingga 40 kru, terdiri dari tim inti dan cadangan yang siap diterjunkan sesuai skala acara.

“Satu hari maksimal tiga wedding. Ketika yang menginginkan hari sama, jadi kami siapkan tim cadangan agar pelayanan tetap optimal,” tambahnya.

Di 2025 ini, tren konsep pernikahan juga mengalami pergeseran. Gen Z sebagai generasi muda yang mulai memasuki usia menikah, cenderung memilih konsep intimate wedding dengan jumlah undangan terbatas dan suasana santai, biasanya dilakukan di venue outdoor. Namun, keinginan itu kerap berbenturan dengan ekspektasi orang tua yang masih ingin mengundang banyak tamu.

“Anak-anak muda maunya undangan teman-teman sebaya, misalnya 100 orang, dengan konsep santai dan outdoor. Tapi dari orang tua biasanya tetap ingin undang keluarga besar dan tamu-tamu formal. Nah ini jadi PR kita sebagai WO untuk menjembatani,” jelas Aulia.

Untuk itu, konsep semi outdoor sering dijadikan solusi tengah. Lokasi, jumlah tamu, dan kesepakatan antar dua keluarga sangat memengaruhi keputusan akhir. “Kita bantu komunikasi dua belah pihak. Jadi acara tetap intimate tapi juga bisa mengakomodasi keinginan orang tua,” katanya.

Soal harga, dia juga cukup fleksibel. Harga jasa WO mulai dari Rp6 juta untuk lokasi gedung standar. Namun, kebanyakan klien kini memilih paket all-in yang mencakup WO, foto-video, make-up, dekorasi, hingga tim dokumentasi lengkap dengan kru.

“Yang lagi ramai sekarang mulai dari Rp44,5 juta. Itu sudah lengkap tinggal pengantin koordinasi satu pintu ke kami. Jadi lima dari delapan vendor inti itu sudah enggak perlu pusing lagi," ungkap Aulia.

Menurutnya, rata-rata pernikahan lengkap akan melibatkan sekitar delapan vendor inti. Belum termasuk gedung, katering, hingga hiburan musik. Semua itu tentu disesuaikan dengan jumlah tamu dan kebutuhan acara. “Kalau akad saja bisa cukup dengan 6 orang kru. Tapi kalau resepsi di gedung besar, bisa sampai 12 kru yang kami turunkan,” jelasnya.

Tak hanya soal teknis, Aulia juga menyoroti pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan bisnis WO. Di tengah maraknya kasus penipuan oleh oknum wedding organizer, kepercayaan klien menjadi kunci utama.

“Alhamdulillah, Ceria dipercaya karena kami selalu jaga amanah. Klien sekarang lebih waspada, jadi kepercayaan itu harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Yang menggembirakan, calon pengantin kini lebih melek informasi. Mereka tahu betul tugas WO, bahkan sudah melakukan riset melalui media sosial sebelum memilih vendor.

"Awal-awal kami masih harus banyak edukasi. Sekarang mereka sudah paham dan tahu apa yang diinginkan. Mereka juga lebih terbuka untuk komunikasi,” tambahnya.

Aulia menilai, pasar WO di Samarinda dan sekitarnya masih sangat menjanjikan. Apalagi dengan semakin banyak pasangan muda yang ingin pernikahannya berjalan lancar tanpa ribet. “Mereka maunya praktis, tinggal datang, dan semuanya sudah disiapkan oleh WO. Jadi all vendor dalam satu paket sangat diminati,” ujarnya.

Tak hanya melayani pernikahan akhir pekan, Ceria juga mencatat adanya permintaan untuk acara weekday, terutama di malam hari. Biasanya dilakukan karena pertimbangan tanggal cantik atau menyesuaikan adat dan budaya keluarga. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Konsep #Ceria Organizer #wo #pernikahan #wedding organizer #pandemi #pasangan muda